Begitu pilu nasib 2 bocah malang ini.Ibunya meninggal karena kanker payudara dan ayahnya pun jarang pulang karena harus bekerja. Kini mereka tinggal berdua di rumah yang tidak layak 🥹
Perkenalkan namanya Zul (11) dan Adit (10). Mereka berdua kakak beradik yang harus berjualan sampai malam hari demi bisa makan.
Setiap pulang sekolah, mereka berjalan kaki sejauh 5 KM untuk menjajakan dagangannya.
“Aku jualan punya orang bang. Ada kacang, jagung goreng, dan orong-orong” tuturnya.
Upah yang mereka dapat hanya 200 rupiah per satu bungkus yang laku. Biasanya mereka membawa uang 2 ribu per hari. Tapi, jika banyak orang yang beli mereka bisa dapat 10 ribu per harinya.
Itulah yang mereka gunakan untuk membeli makan. Sang kakak, Zul bertugas untuk memasak, sedangkan adiknya bertugas mencuci piring dan dan baju.
Rumah yang mereka tempati adalah rumah kosong milik orang lain, tanpa kasur, tanpa lampu, dan genteng yang bocor ketika hujan turun.
“Listriknya token bang. Upah kita berdua gak cukup buat ngisi ulang. Kami belajar suka gelap-gelapan” 🥹
Mereka bercita-cita menjadi tentara. Tapi, dengan keadaan seperti ini sulit unruk mereka menggapainya. Bahkan, mereka terancam putus sekolah 😭
#PejuangKebaikan, yuk kita bersamai mereka untuk hidup layak dan terus melanjutkan sekolah. Jangan biarkan mereka sendiri. Bantuan yang diberikan berupa :
1. Bahan Pokok
2. Santunan Tunai, dan
3. Kebutuhan Sekolah
Sedekah darimu selamatkan hidup mereka.
Begitu pilu nasib 2 bocah malang ini.Ibunya meninggal karena kanker payudara dan ayahnya pun jarang pulang karena harus bekerja. Kini mereka tinggal berdua di rumah yang tidak layak 🥹
Perkenalkan namanya Zul (11) dan Adit (10). Mereka berdua kakak beradik yang harus berjualan sampai malam hari demi bisa makan.
Setiap pulang sekolah, mereka berjalan kaki sejauh 5 KM untuk menjajakan dagangannya.
“Aku jualan punya orang bang. Ada kacang, jagung goreng, dan orong-orong” tuturnya.
Upah yang mereka dapat hanya 200 rupiah per satu bungkus yang laku. Biasanya mereka membawa uang 2 ribu per hari. Tapi, jika banyak orang yang beli mereka bisa dapat 10 ribu per harinya.
Itulah yang mereka gunakan untuk membeli makan. Sang kakak, Zul bertugas untuk memasak, sedangkan adiknya bertugas mencuci piring dan dan baju.
Rumah yang mereka tempati adalah rumah kosong milik orang lain, tanpa kasur, tanpa lampu, dan genteng yang bocor ketika hujan turun.
“Listriknya token bang. Upah kita berdua gak cukup buat ngisi ulang. Kami belajar suka gelap-gelapan” 🥹
Mereka bercita-cita menjadi tentara. Tapi, dengan keadaan seperti ini sulit unruk mereka menggapainya. Bahkan, mereka terancam putus sekolah 😭
#PejuangKebaikan, yuk kita bersamai mereka untuk hidup layak dan terus melanjutkan sekolah. Jangan biarkan mereka sendiri. Bantuan yang diberikan berupa :
1. Bahan Pokok
2. Santunan Tunai, dan
3. Kebutuhan Sekolah
Sedekah darimu selamatkan hidup mereka.
Bagikan tautan ke media sosial