Langkah kaki di lorong rumah sakit terasa begitu berat bagi Febri dan Fery. Sejak hari kelahirannya dua minggu lalu, bayi mungil mereka, Cathaline, belum pernah sekalipun merasakan hangatnya suasana rumah. Tubuh kecilnya harus berjuang di dalam inkubator ruang NICU, terhubung dengan berbagai selang medis demi menopang napasnya. Diagnosis NKB-KMK (Neonatus Kurang Bulan - Kecil Masa Kehamilan), kecurigaan hypoplasia paru, serta adanya kelainan kongenital membuat setiap detik kehidupan Cathaline menjadi sebuah keajaiban yang harus diperjuangkan dengan penuh doa.

Bagi Ibu Febri, melihat Cathaline di balik kaca ruang NICU membawa kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Sebelumnya, ia harus merelakan anak pertamanya kembali ke pelukan Sang Pencipta tak lama setelah dilahirkan. Kehilangan tersebut meninggalkan lubang besar di hatinya, dan kini, kehadiran Cathaline adalah tumpuan harapan terakhirnya. Ia tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya; setiap tetes air susu yang ia siapkan adalah bentuk cinta dan permohonan agar putri kecilnya diberikan kekuatan untuk terus bertahan.

Di sisi lain, Pak Fery memendam lelahnya dalam diam. Sebagai seorang driver ojek online, ia terbiasa menerjang panas dan hujan demi mencari nafkah. Namun, kali ini beban yang dipikulnya jauh lebih berat dari biasanya. Selain harus membagi waktu untuk menguatkan istrinya, ia kini harus berpacu dengan waktu untuk mengumpulkan biaya pengobatan Cathaline. Meski sebagian pengobatan terbantu, namun diagnosis kompleks Cathaline membutuhkan penanganan khusus dan obat-obatan yang tidak tercover oleh BPJS.

Setiap kali mendapatkan pesanan di ponselnya, Pak Fery melihat foto Cathaline sebagai penyemangat. Di tengah ketidakpastian ekonomi, ia terus berjuang menyusuri jalanan kota, berharap setiap kilometer yang ditempuhnya bisa membawa sepeser harapan untuk menebus biaya medis putrinya. Baginya, rasa lelah di jalanan tidak ada bandingannya dengan perjuangan Cathaline yang sedang bertaruh nyawa untuk mengembangkan paru-paru mungilnya di dalam sana.

Keluarga kecil ini kini berada di titik nadir, namun mereka menolak untuk menyerah. Cathaline adalah pejuang kecil yang sedang menulis ceritanya sendiri, dan kedua orang tuanya adalah pilar yang tak lelah menopang meski badai sedang menerpa. Mereka percaya bahwa dengan dukungan dan doa, diagnosa medis bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah kesaksian tentang mukjizat dan kasih sayang yang tak terbatas.
Bantu perjuangan Pak Fery untuk segera wujudkan pengobatan Cathaline yuk!
Langkah kaki di lorong rumah sakit terasa begitu berat bagi Febri dan Fery. Sejak hari kelahirannya dua minggu lalu, bayi mungil mereka, Cathaline, belum pernah sekalipun merasakan hangatnya suasana rumah. Tubuh kecilnya harus berjuang di dalam inkubator ruang NICU, terhubung dengan berbagai selang medis demi menopang napasnya. Diagnosis NKB-KMK (Neonatus Kurang Bulan - Kecil Masa Kehamilan), kecurigaan hypoplasia paru, serta adanya kelainan kongenital membuat setiap detik kehidupan Cathaline menjadi sebuah keajaiban yang harus diperjuangkan dengan penuh doa.

Bagi Ibu Febri, melihat Cathaline di balik kaca ruang NICU membawa kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Sebelumnya, ia harus merelakan anak pertamanya kembali ke pelukan Sang Pencipta tak lama setelah dilahirkan. Kehilangan tersebut meninggalkan lubang besar di hatinya, dan kini, kehadiran Cathaline adalah tumpuan harapan terakhirnya. Ia tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya; setiap tetes air susu yang ia siapkan adalah bentuk cinta dan permohonan agar putri kecilnya diberikan kekuatan untuk terus bertahan.

Di sisi lain, Pak Fery memendam lelahnya dalam diam. Sebagai seorang driver ojek online, ia terbiasa menerjang panas dan hujan demi mencari nafkah. Namun, kali ini beban yang dipikulnya jauh lebih berat dari biasanya. Selain harus membagi waktu untuk menguatkan istrinya, ia kini harus berpacu dengan waktu untuk mengumpulkan biaya pengobatan Cathaline. Meski sebagian pengobatan terbantu, namun diagnosis kompleks Cathaline membutuhkan penanganan khusus dan obat-obatan yang tidak tercover oleh BPJS.

Setiap kali mendapatkan pesanan di ponselnya, Pak Fery melihat foto Cathaline sebagai penyemangat. Di tengah ketidakpastian ekonomi, ia terus berjuang menyusuri jalanan kota, berharap setiap kilometer yang ditempuhnya bisa membawa sepeser harapan untuk menebus biaya medis putrinya. Baginya, rasa lelah di jalanan tidak ada bandingannya dengan perjuangan Cathaline yang sedang bertaruh nyawa untuk mengembangkan paru-paru mungilnya di dalam sana.

Keluarga kecil ini kini berada di titik nadir, namun mereka menolak untuk menyerah. Cathaline adalah pejuang kecil yang sedang menulis ceritanya sendiri, dan kedua orang tuanya adalah pilar yang tak lelah menopang meski badai sedang menerpa. Mereka percaya bahwa dengan dukungan dan doa, diagnosa medis bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah kesaksian tentang mukjizat dan kasih sayang yang tak terbatas.
Bantu perjuangan Pak Fery untuk segera wujudkan pengobatan Cathaline yuk!
Bagikan tautan ke media sosial