Wakaf
merupakan sedekah jariyah yang pahalanya tidak terputus walau sudah meninggal
dunia.
Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal
dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah,
ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَنفِقُوا۟
مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ
رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ
ٱلصَّٰلِحِينَ
‘Dan belanjakanlah
sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian
kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa
Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang
menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS.
Al Munafiqun: 10)
Dan di waktu subuh,
adalah salah satu waktu yang tepat untuk bersedekah jariyah (wakaf). Hal ini
berdasarkan hadits yang berbunyi,
ما
مِن يَومٍ يُصْبِحُ العِبادُ فِيهِ، إلَّا مَلَكانِ يَنْزِلانِ، فيَقولُ
أحَدُهُما: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، ويقولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ
مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidak ada satu hari pun
bagi seorang hamba, kecuali datang dua Malaikat yang salah satu dari mereka
berdoa, ‘Ya Allah berilah ganti yang lebih baik bagi orang yang bersedekah.’
Malaikat yang satu lagi berdoa, ‘Ya Allah berilah kebinasaan bagi orang yang
menahan hartanya.'” (HR. Bukhari Muslim)
Mitra Wakaf, jangan tunda kebaikan untuk berwakaf sekarang
juga. Waktu subuh adalah waktu terbaik untuk bersedekah jariyah (wakaf), dan
raih pahala tak terputus sebagai jalan menuju surga.
Wakaf
Muslim Indonesia, Saluran Kebajikan Abadi.
KLIK WAKAF SEKARANG!
Wakaf
merupakan sedekah jariyah yang pahalanya tidak terputus walau sudah meninggal
dunia.
Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal
dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah,
ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَنفِقُوا۟
مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ
رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ
ٱلصَّٰلِحِينَ
‘Dan belanjakanlah
sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian
kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa
Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang
menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS.
Al Munafiqun: 10)
Dan di waktu subuh,
adalah salah satu waktu yang tepat untuk bersedekah jariyah (wakaf). Hal ini
berdasarkan hadits yang berbunyi,
ما
مِن يَومٍ يُصْبِحُ العِبادُ فِيهِ، إلَّا مَلَكانِ يَنْزِلانِ، فيَقولُ
أحَدُهُما: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، ويقولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ
مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidak ada satu hari pun
bagi seorang hamba, kecuali datang dua Malaikat yang salah satu dari mereka
berdoa, ‘Ya Allah berilah ganti yang lebih baik bagi orang yang bersedekah.’
Malaikat yang satu lagi berdoa, ‘Ya Allah berilah kebinasaan bagi orang yang
menahan hartanya.'” (HR. Bukhari Muslim)
Mitra Wakaf, jangan tunda kebaikan untuk berwakaf sekarang
juga. Waktu subuh adalah waktu terbaik untuk bersedekah jariyah (wakaf), dan
raih pahala tak terputus sebagai jalan menuju surga.
Wakaf
Muslim Indonesia, Saluran Kebajikan Abadi.
KLIK WAKAF SEKARANG!
Bagikan tautan ke media sosial