TERDAMPAK COVID-19, MAESTRO REBAB TUNANETRA APIH UTA KINI MENGAMEN DI PASAR

23 August 2021

Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia. Dampaknya dirasakan tiada henti hingga kini. Perekonomian, hubungan sosial, kesehatan fisik bahkan mental sebagian warga terdampak makin kian terpuruk. Imbas PPKM darurat memang berdampak terhadap banyak sektor, khususnya pariwisata dan kebudayaan, bahkan warga yang ingin resepsi atau hajatan pun selalu dibatasi.

 

 

Akibatnya, beberapa sektor ekonomi dalam bidang tersebut terdampak, seperti pekerja seni. Mereka bergantung hidup pada konser-konser atau pertunjukan diruang-ruang kesenian, atau bergantung pada musim hajatan karena dengan hajatan mereka bisa bekerja dan mendapat penghasilan.

Salah satunya Sang Maestro Rebab, Apih Uta. Dia yang sudah renta kedapatan sedang mengamen di pasar Purwadadi, Subang. Berdasarkan informasi yang beredar, Apih Uta mengaku terpaksa mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

 

“Dari pada rebab tidak terpakai lebih baik saya pakai ngamen, jadi ada penghasilan,” Ujar Apih Uta

Apih Uta seorang maestro rebab asal Subang yang sudah malang melintang dalam dunia seni yang jarang orang menekuninya, karena seni rebab memang membutuhkan kepiawaian khusus. Rebab sendiri merupakan alat musik tradisional pelengkap dalam pertunjukan topeng, tari jaipong, dan pertunjukan wayang golek.

Apih Uta merupakan gambaran dari sekian banyak pekerja seni yang kehilangan pekerjaannya. Kamu masih bisa membantu kelangsungan hidup Apih Uta dengan klik DONASI SEKARANG


Belum ada update
Belum tersedia
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 100.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 72
    hari lagi
Donasi
Penggalang : Filantra Official
Donasi
Belum ada donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

TERDAMPAK COVID-19, MAESTRO REBAB TUNANETRA APIH UTA KINI MENGAMEN DI PASAR Sosial

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 100.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 72
    hari lagi
Donasi
23 August 2021

Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia. Dampaknya dirasakan tiada henti hingga kini. Perekonomian, hubungan sosial, kesehatan fisik bahkan mental sebagian warga terdampak makin kian terpuruk. Imbas PPKM darurat memang berdampak terhadap banyak sektor, khususnya pariwisata dan kebudayaan, bahkan warga yang ingin resepsi atau hajatan pun selalu dibatasi.

 

 

Akibatnya, beberapa sektor ekonomi dalam bidang tersebut terdampak, seperti pekerja seni. Mereka bergantung hidup pada konser-konser atau pertunjukan diruang-ruang kesenian, atau bergantung pada musim hajatan karena dengan hajatan mereka bisa bekerja dan mendapat penghasilan.

Salah satunya Sang Maestro Rebab, Apih Uta. Dia yang sudah renta kedapatan sedang mengamen di pasar Purwadadi, Subang. Berdasarkan informasi yang beredar, Apih Uta mengaku terpaksa mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

 

“Dari pada rebab tidak terpakai lebih baik saya pakai ngamen, jadi ada penghasilan,” Ujar Apih Uta

Apih Uta seorang maestro rebab asal Subang yang sudah malang melintang dalam dunia seni yang jarang orang menekuninya, karena seni rebab memang membutuhkan kepiawaian khusus. Rebab sendiri merupakan alat musik tradisional pelengkap dalam pertunjukan topeng, tari jaipong, dan pertunjukan wayang golek.

Apih Uta merupakan gambaran dari sekian banyak pekerja seni yang kehilangan pekerjaannya. Kamu masih bisa membantu kelangsungan hidup Apih Uta dengan klik DONASI SEKARANG


Belum ada update
Belum ada donasi
Fundraiser (Supporter)
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini