Tangisan Abidzar Tahan Sakit Kerusakan Otak

21 March 2022

Di Samping Abidzar (2th) Menangis Akibat Sakit Hidrosefalus, Ada Ayahnya yang Setia Merawat, Meski Tunanetra. Sang Ibu, Banting Tulang Jualan Per Hari 15rb Demi Abidzar Dioperasi

Bu Diana Rachmati, tampak lesu mendengar sang buah hatinya terus menangis tanpa henti. Abidzar memiliki penyakit mengiris hati siapapun yang melihatnya.

Saat melahirkan buah hatinya Abidzar 2 tahun lalu, Bu Diana tidak merasakan keanehan apapun pada kehamilannya. Hanya pusing dan mual seperti ibu hamil pada umumnya. Bu Diana juga sudah menganggap bahwa anaknya yang lahir akan sehat dari ujung kepala sampai kaki. 

Sejak 3 minggu Abidzar melihat dunia, ada benjolan yang muncul di kepala. Semakin hari, semakin tumbuh dan membengkak. Akhirnya Abidzar dibawa orang tua tanpa pegangan uang yang cukup ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. 

Dokter mengatakan bahwa Abidzar mengidap Hidrosefalus (cairan menumpuk di dalam otak) dan Epilepsi (gangguan sistem saraf yang menimbulkan kejang hingga hilang kesadaran). Setiap Abidzar kejang-kejang, tubuhnya mendadak biru, matanya selalu mengarah ke atas, dan bibirnya tampak pucat.

Abidzar dinyatakan tidak akan bisa sembuh kecuali di dalam kepalanya dipasang selang sampai perut untuk membuang cairan yang menumpuk. 

Kini, Abidzar tubuhnya terus kaku, demam, tak bisa mendengar, nafasnya sesak dan masih berjuang melawan penyakit yang bersarang di tubuhnya. 

Kejadian pilu terus berlomba-lomba datang untuk Bu Diana, bukan hanya anaknya yang sakit. Suaminya sejak lima tahun lalu mengalami kebutaan total. 

“Setiap saya mendengar tangisan Abidzar, saya terus berbisik di telinganya.. Saya bilang Nak sabar yaa… kalau jualan ibu ada yang beli. Ibu janji bawa Abidzar ke rumah sakit. 

Di situ Abidzar diam.. Seolah-olah tahu maksud saya walaupun Abidzar sebenarnya telinganya tidak bisa mendengar. Ya Allah… suamiku juga tak bisa melihat. 

Saya terus berpikir kenapa Tuhan memberiku banyak sekali cobaan, ternyata Tuhan memang baik walaupun suami dan anakku sakit, tapi aku masih diberikan izin untuk memeluk dan melihat mereka..” ungkap Bu Diana sambil menangis.

Langkah kaki Bu Diana pun terasa semakin berat, mencari cara agar dapat menyambung hidup suaminya yang sakit dan juga Abidzar tubuhnya yang semakin melemah. “Bu mangga gelasnya bu, piringnya juga ada, silahkan bisa dilihat-lihat dulu bu.” inilah yang sering diucapkan Bu Diana dari matahari terbit sampai malam hari. Dibalik wajahnya yang takut hal buruk terjadi pada Abidzar, tapi ia tetap berusaha keras demi kesembuhan anak dan suaminya.

Bu Diana bekerja sebagai penjual alat dapur yang berbahan plastik di pinggir pasar. Penghasilannya tak menentu kadang 15 ribu, itu pun sesuai ada pembeli atau tidak. 

Namun seringnya ia tak mendapat hasil sama sekali. Alhasil saat pulang, ia lagi-lagi harus melihat Abidzar menangis menahan sakit.

Sahabat, Abidzar harus segera dioperasi jika tidak secepatnya akan menyebabkan kerusakan pada otak, keterlambatan mental dan fisik pada diri Abidzar. Bahkan kemungkinan cahaya tidak bisa lagi dilihatnya. 

Maukah kamu membantu Abidzar untuk bisa tumbuh sehat seperti balita seusianya dan membangun garis senyuman Ayah dan Ibunya? 

Mari salurkan bantuan terbaikmu, dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan Abidzar.

Terima kasih banyak, #orangbaik!


Belum ada update
#TemanPeduli 7 bulan yang lalu
Pesan : semoga di beri Allah kesembuhan

Dana terkumpul

Rp 100.000

dari target Rp 163.100.000

 
  • 4
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Campaign telah berakhir/selesai
Donasi
Rp 20.000
Oleh Puji 5 bulan yang lalu
Rp 10.000
Oleh #TemanPeduli 5 bulan yang lalu
Rp 20.000
Oleh Sats 7 bulan yang lalu
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Tangisan Abidzar Tahan Sakit Kerusakan Otak Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 100.000

 
Target: Rp Rp 163.100.000
  • 4
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Selesai
Campaign telah berakhir/selesai
21 March 2022

Di Samping Abidzar (2th) Menangis Akibat Sakit Hidrosefalus, Ada Ayahnya yang Setia Merawat, Meski Tunanetra. Sang Ibu, Banting Tulang Jualan Per Hari 15rb Demi Abidzar Dioperasi

Bu Diana Rachmati, tampak lesu mendengar sang buah hatinya terus menangis tanpa henti. Abidzar memiliki penyakit mengiris hati siapapun yang melihatnya.

Saat melahirkan buah hatinya Abidzar 2 tahun lalu, Bu Diana tidak merasakan keanehan apapun pada kehamilannya. Hanya pusing dan mual seperti ibu hamil pada umumnya. Bu Diana juga sudah menganggap bahwa anaknya yang lahir akan sehat dari ujung kepala sampai kaki. 

Sejak 3 minggu Abidzar melihat dunia, ada benjolan yang muncul di kepala. Semakin hari, semakin tumbuh dan membengkak. Akhirnya Abidzar dibawa orang tua tanpa pegangan uang yang cukup ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. 

Dokter mengatakan bahwa Abidzar mengidap Hidrosefalus (cairan menumpuk di dalam otak) dan Epilepsi (gangguan sistem saraf yang menimbulkan kejang hingga hilang kesadaran). Setiap Abidzar kejang-kejang, tubuhnya mendadak biru, matanya selalu mengarah ke atas, dan bibirnya tampak pucat.

Abidzar dinyatakan tidak akan bisa sembuh kecuali di dalam kepalanya dipasang selang sampai perut untuk membuang cairan yang menumpuk. 

Kini, Abidzar tubuhnya terus kaku, demam, tak bisa mendengar, nafasnya sesak dan masih berjuang melawan penyakit yang bersarang di tubuhnya. 

Kejadian pilu terus berlomba-lomba datang untuk Bu Diana, bukan hanya anaknya yang sakit. Suaminya sejak lima tahun lalu mengalami kebutaan total. 

“Setiap saya mendengar tangisan Abidzar, saya terus berbisik di telinganya.. Saya bilang Nak sabar yaa… kalau jualan ibu ada yang beli. Ibu janji bawa Abidzar ke rumah sakit. 

Di situ Abidzar diam.. Seolah-olah tahu maksud saya walaupun Abidzar sebenarnya telinganya tidak bisa mendengar. Ya Allah… suamiku juga tak bisa melihat. 

Saya terus berpikir kenapa Tuhan memberiku banyak sekali cobaan, ternyata Tuhan memang baik walaupun suami dan anakku sakit, tapi aku masih diberikan izin untuk memeluk dan melihat mereka..” ungkap Bu Diana sambil menangis.

Langkah kaki Bu Diana pun terasa semakin berat, mencari cara agar dapat menyambung hidup suaminya yang sakit dan juga Abidzar tubuhnya yang semakin melemah. “Bu mangga gelasnya bu, piringnya juga ada, silahkan bisa dilihat-lihat dulu bu.” inilah yang sering diucapkan Bu Diana dari matahari terbit sampai malam hari. Dibalik wajahnya yang takut hal buruk terjadi pada Abidzar, tapi ia tetap berusaha keras demi kesembuhan anak dan suaminya.

Bu Diana bekerja sebagai penjual alat dapur yang berbahan plastik di pinggir pasar. Penghasilannya tak menentu kadang 15 ribu, itu pun sesuai ada pembeli atau tidak. 

Namun seringnya ia tak mendapat hasil sama sekali. Alhasil saat pulang, ia lagi-lagi harus melihat Abidzar menangis menahan sakit.

Sahabat, Abidzar harus segera dioperasi jika tidak secepatnya akan menyebabkan kerusakan pada otak, keterlambatan mental dan fisik pada diri Abidzar. Bahkan kemungkinan cahaya tidak bisa lagi dilihatnya. 

Maukah kamu membantu Abidzar untuk bisa tumbuh sehat seperti balita seusianya dan membangun garis senyuman Ayah dan Ibunya? 

Mari salurkan bantuan terbaikmu, dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan Abidzar.

Terima kasih banyak, #orangbaik!



Belum ada update
Puji
Rp 20.000  •  5 bulan yang lalu
#TemanPeduli
Rp 10.000  •  5 bulan yang lalu
Sats
Rp 20.000  •  7 bulan yang lalu

Harapan #TemanPeduli
#TemanPeduli  •  7 bulan yang lalu
Pesan : semoga di beri Allah kesembuhan

Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini