Menjelang waktu berbuka, senyum kembali merekah lewat berbagi takjil bersama Majelis Taklim Almaun. Takjil sederhana dibagikan dengan penuh kasih, menjadi pengikat silaturahmi dan penghangat jiwa. Dari kebersamaan kecil itulah lahir sebuah gerakan bernama Seneng Bareng-Bareng, sebuah ikhtiar sederhana untuk saling menguatkan di bulan suci.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Majelis Taklim Almaun menghidupkan gerakan ini bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketulusan hati dan kepedulian sesama.
Di pertengahan bulan Ramadhan, kebahagiaan itu terasa nyata melalui program belanja baju lebaran untuk anak yatim dan piatu. Mata-mata kecil berbinar saat memilih pakaian baru, seolah menyimpan harapan sederhana untuk hari raya yang lebih bahagia.

Di sela kebersamaan, kepedulian juga diberikan kepada para penjaga mihrab melalui bisaroh untuk imam, sebagai ungkapan terima kasih atas doa dan pengabdian yang sering berlangsung dalam sunyi.

Malam-malam Ramadhan pun dihidupkan dengan tadarus bareng. Ayat demi ayat dilantunkan, menyatukan hati dan menguatkan iman dalam kebersamaan yang hangat.

Begitulah Seneng Bareng-Bareng tumbuh. Dari kebersamaan lahir kepedulian, dari kepedulian tumbuh harapan. Ramadhan pun disambut dengan hati yang lebih lembut dan penuh makna.
Menjelang waktu berbuka, senyum kembali merekah lewat berbagi takjil bersama Majelis Taklim Almaun. Takjil sederhana dibagikan dengan penuh kasih, menjadi pengikat silaturahmi dan penghangat jiwa. Dari kebersamaan kecil itulah lahir sebuah gerakan bernama Seneng Bareng-Bareng, sebuah ikhtiar sederhana untuk saling menguatkan di bulan suci.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Majelis Taklim Almaun menghidupkan gerakan ini bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketulusan hati dan kepedulian sesama.
Di pertengahan bulan Ramadhan, kebahagiaan itu terasa nyata melalui program belanja baju lebaran untuk anak yatim dan piatu. Mata-mata kecil berbinar saat memilih pakaian baru, seolah menyimpan harapan sederhana untuk hari raya yang lebih bahagia.

Di sela kebersamaan, kepedulian juga diberikan kepada para penjaga mihrab melalui bisaroh untuk imam, sebagai ungkapan terima kasih atas doa dan pengabdian yang sering berlangsung dalam sunyi.

Malam-malam Ramadhan pun dihidupkan dengan tadarus bareng. Ayat demi ayat dilantunkan, menyatukan hati dan menguatkan iman dalam kebersamaan yang hangat.

Begitulah Seneng Bareng-Bareng tumbuh. Dari kebersamaan lahir kepedulian, dari kepedulian tumbuh harapan. Ramadhan pun disambut dengan hati yang lebih lembut dan penuh makna.
Bagikan tautan ke media sosial