25 February 2021

*Bahasa Version (See English Version Below)*

Sudah lebih dari sepuluh tahun lalu, tepatnya sejak 2007, seorang nelayan bernama I Made Kikik mengelola Konservasi Penyu Saba Asri yang berlokasi di Saba, Gianyar, Bali.

Walaupun kini sudah memiliki lahan dan bangunan yang lebih layak, namun banyak tantangan yang harus ia hadapi demi mempertahankan konservasi penyu ini.

Sampai saat ini menurutnya hanya ada 5 orang relawan di konservasi Saba Asri. Itupun aktif jika musim penyu bertelur. Mereka mengumpulkan telur-telur penyu untuk kemudian ditetaskan menjadi tukik. Jika tidak, maka para relawan itu akan kembali ke aktivitas lainnya.

Beragam tantangan harus ia hadapi, dari keluarga yang awalnya tak mendukung, pandangan masyarakat sekitar, hingga biaya yang harus dikeluarkan untuk konservasi penyu. Kegiatan yang dilakoninya ini memang sukarela, namun membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit terutama untuk pakan. Rata-rata saat musim penyu bertelur, Kikik bisa menghabiskan sekitar Rp 6 juta per bulan hanya untuk pakan tukik dan penyu.

Bahkan ia mengaku pernah berutang untuk membeli pakan tersebut karena tidak memiliki biaya. "Sampai hari ini masalah biaya masih jadi kendala. Kami kan tidak dibayar dan kami enggak punya dana.

Dulu tahun 2016 pernah saya utang untuk beli pakan, di atas Rp 1 jutaan," ujarnya saat ditemui di KKP Saba Asri, Pantai Saba, Gianyar, Bali. Untuk biaya operasional sehari-hari, uang diputar dari biaya pelepasan tukik. Biasanya wisatawan memberikan donasi Rp 30 ribu- Rp 50 ribu per ekor tukik untuk dilepasliarkan. Namun itu bisa dilakukan musiman saat telur-telur menetas dan menjadi tukik. "Uang dari pelepasan tukik yang kami putar.

Jadi biasanya dari wisatawan itu yang ikut melepaskan tukik mereka kasih donasi Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per ekor," ujar ayah dari dua anak ini. Namun di masa PSBB yang berlaku saat ini, wisatawan nyaris tidak ada yang datang berkunjung. Sementara operasional tetap berjalan.

Ayo bantu selamatkan konservasi penyu Saba Asri dengan klik DONASI dan jangan lupa ajak teman juga saudaramu untuk ikut berbagi Seluruh donasi akan disalurkan untuk mendukung program pelestarian penyu yang mulai langka di Saba Asri Bali Sea Turtle Conservation. 

English Version

It has been more than ten years, to be precise since 2007, a fisherman named I Made Kikik has managed the Saba Asri Turtle Conservation located in Saba, Gianyar, Bali.

Even though he now has more suitable land and buildings, he has to face many challenges in order to maintain this turtle conservation. Until now, according to him, there are only 5 volunteers in Saba Asri conservation. Even then, it is active during the turtle nesting season. They collect turtle eggs and then hatch them into hatchlings. If not, then the volunteers will return to other activities.

He had to face various challenges, from his initially unsupportive family, the views of the surrounding community, to the costs he had to pay for turtle conservation. The activity that he is doing is voluntary, but requires a lot of operational costs, especially for feed. On average, during the turtle nesting season, Kikik can spend around IDR 6,000,000 per month just for feeding hatchlings and turtles. In fact, he admitted that he once owed money to buy the feed because he had no money. "To this day, the problem of costs is still an obstacle. We are not paid and we don't have the funds. Back in 2016 I was in debt to buy feed, above IDR 1,000,000," he said when met at KKP Saba Asri, Pantai Saba, Gianyar, Bali.

For day-to-day operational costs, the money is rotated from the release costs of hatchlings. Usually tourists donate IDR 30,000 to IDR 50,000 per hatchling to be released. However, it can be done seasonally when the eggs hatch and become hatchlings. "The money from the release of hatchlings that we turn around. So usually from the tourists who take part in releasing the hatchlings they donate IDR 30,000 to IDR 50,000 per turtle," said the father of two children.

However, in the current PSBB era, almost no tourists come to visit. While operations are still running.

Let’s help save Saba Asri's turtle conservation by clicking DONASI and don't forget to invite your friends and relatives to share. All donations will be channeled to support the turtle conservation program which is getting scarce at Saba Asri Bali Sea Turtle Conservation.


Penyaluran donasi.

Rp. 2.996.000

Bank Account: 0402818237
Bank Account Name: I Made Kikik

Penyaluran donasi.

Rp. 1.647.500

Bank Account: 0402818237
Bank Account Name: I Made Kikik

Penyerahan Donasi

Telur penyu laut yang berhasil diselamatkan

Edukasi mengenai telur penyu laut dan jenis jenis penyu laut yang ada di Indonesia oleh Pak Made

Proses penanaman telur penyu laut

Telur penyu laut yang ditanam, kemudian diberi nama donatur sebagai tanda bahwa para donatur telah ikut menyelamatkan kelestarian penyu laut

Telur penyu laut yang ditanam, kemudian diberi nama donatur sebagai tanda bahwa para donatur telah ikut menyelamatkan kelestarian penyu laut

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Perbaikan mesin pompa air laut

Perbaikan mesin pompa air laut

Perbaikan mesin pompa air laut

Belum tersedia
Save The Sea Turtle
Dana terkumpul

Rp 4.950.000

 

dari target ∞ tidak terbatas

Penggalang : Ayobantu - Ayobantu

  • 10
    Donasi
  • 20
    Share
  • 77
    Hari lagi

Donasi
Donatur
Rp 1.000.000
Oleh aidy 2 minggu yang lalu
Rp 250.000
Oleh Sarwono Kusumaatmadja 2 minggu yang lalu
Rp 500.000
Oleh Asisthya 3 minggu yang lalu
Rp 1.000.000
Oleh Andreas steffAn 1 bulan yang lalu
Rp 250.000
Oleh Runhood 1 bulan yang lalu

Save The Sea Turtle Sosial

Dana terkumpul

Rp 4.950.000

 
Target: Rp ∞ tidak terbatas
Ayobantu - Ayobantu
  • 10
    Donasi
  • 20
    Share
  • 77
    Hari lagi
Donasi
25 February 2021

*Bahasa Version (See English Version Below)*

Sudah lebih dari sepuluh tahun lalu, tepatnya sejak 2007, seorang nelayan bernama I Made Kikik mengelola Konservasi Penyu Saba Asri yang berlokasi di Saba, Gianyar, Bali.

Walaupun kini sudah memiliki lahan dan bangunan yang lebih layak, namun banyak tantangan yang harus ia hadapi demi mempertahankan konservasi penyu ini.

Sampai saat ini menurutnya hanya ada 5 orang relawan di konservasi Saba Asri. Itupun aktif jika musim penyu bertelur. Mereka mengumpulkan telur-telur penyu untuk kemudian ditetaskan menjadi tukik. Jika tidak, maka para relawan itu akan kembali ke aktivitas lainnya.

Beragam tantangan harus ia hadapi, dari keluarga yang awalnya tak mendukung, pandangan masyarakat sekitar, hingga biaya yang harus dikeluarkan untuk konservasi penyu. Kegiatan yang dilakoninya ini memang sukarela, namun membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit terutama untuk pakan. Rata-rata saat musim penyu bertelur, Kikik bisa menghabiskan sekitar Rp 6 juta per bulan hanya untuk pakan tukik dan penyu.

Bahkan ia mengaku pernah berutang untuk membeli pakan tersebut karena tidak memiliki biaya. "Sampai hari ini masalah biaya masih jadi kendala. Kami kan tidak dibayar dan kami enggak punya dana.

Dulu tahun 2016 pernah saya utang untuk beli pakan, di atas Rp 1 jutaan," ujarnya saat ditemui di KKP Saba Asri, Pantai Saba, Gianyar, Bali. Untuk biaya operasional sehari-hari, uang diputar dari biaya pelepasan tukik. Biasanya wisatawan memberikan donasi Rp 30 ribu- Rp 50 ribu per ekor tukik untuk dilepasliarkan. Namun itu bisa dilakukan musiman saat telur-telur menetas dan menjadi tukik. "Uang dari pelepasan tukik yang kami putar.

Jadi biasanya dari wisatawan itu yang ikut melepaskan tukik mereka kasih donasi Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per ekor," ujar ayah dari dua anak ini. Namun di masa PSBB yang berlaku saat ini, wisatawan nyaris tidak ada yang datang berkunjung. Sementara operasional tetap berjalan.

Ayo bantu selamatkan konservasi penyu Saba Asri dengan klik DONASI dan jangan lupa ajak teman juga saudaramu untuk ikut berbagi Seluruh donasi akan disalurkan untuk mendukung program pelestarian penyu yang mulai langka di Saba Asri Bali Sea Turtle Conservation. 

English Version

It has been more than ten years, to be precise since 2007, a fisherman named I Made Kikik has managed the Saba Asri Turtle Conservation located in Saba, Gianyar, Bali.

Even though he now has more suitable land and buildings, he has to face many challenges in order to maintain this turtle conservation. Until now, according to him, there are only 5 volunteers in Saba Asri conservation. Even then, it is active during the turtle nesting season. They collect turtle eggs and then hatch them into hatchlings. If not, then the volunteers will return to other activities.

He had to face various challenges, from his initially unsupportive family, the views of the surrounding community, to the costs he had to pay for turtle conservation. The activity that he is doing is voluntary, but requires a lot of operational costs, especially for feed. On average, during the turtle nesting season, Kikik can spend around IDR 6,000,000 per month just for feeding hatchlings and turtles. In fact, he admitted that he once owed money to buy the feed because he had no money. "To this day, the problem of costs is still an obstacle. We are not paid and we don't have the funds. Back in 2016 I was in debt to buy feed, above IDR 1,000,000," he said when met at KKP Saba Asri, Pantai Saba, Gianyar, Bali.

For day-to-day operational costs, the money is rotated from the release costs of hatchlings. Usually tourists donate IDR 30,000 to IDR 50,000 per hatchling to be released. However, it can be done seasonally when the eggs hatch and become hatchlings. "The money from the release of hatchlings that we turn around. So usually from the tourists who take part in releasing the hatchlings they donate IDR 30,000 to IDR 50,000 per turtle," said the father of two children.

However, in the current PSBB era, almost no tourists come to visit. While operations are still running.

Let’s help save Saba Asri's turtle conservation by clicking DONASI and don't forget to invite your friends and relatives to share. All donations will be channeled to support the turtle conservation program which is getting scarce at Saba Asri Bali Sea Turtle Conservation.


Penyaluran donasi.

Rp. 2.996.000

Bank Account: 0402818237
Bank Account Name: I Made Kikik

Penyaluran donasi.

Rp. 1.647.500

Bank Account: 0402818237
Bank Account Name: I Made Kikik

Penyerahan Donasi

Telur penyu laut yang berhasil diselamatkan

Edukasi mengenai telur penyu laut dan jenis jenis penyu laut yang ada di Indonesia oleh Pak Made

Proses penanaman telur penyu laut

Telur penyu laut yang ditanam, kemudian diberi nama donatur sebagai tanda bahwa para donatur telah ikut menyelamatkan kelestarian penyu laut

Telur penyu laut yang ditanam, kemudian diberi nama donatur sebagai tanda bahwa para donatur telah ikut menyelamatkan kelestarian penyu laut

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Terima kasih para donatur :)

Perbaikan mesin pompa air laut

Perbaikan mesin pompa air laut

Perbaikan mesin pompa air laut

aidy
Rp 1.000.000 2 minggu yang lalu
Sarwono Kusumaatmadja
Rp 250.000 2 minggu yang lalu
Asisthya
Rp 500.000 3 minggu yang lalu
Andreas steffAn
Rp 1.000.000 1 bulan yang lalu
Runhood
Rp 250.000 1 bulan yang lalu