Perjuangan Keras Diza Melawan Kanker Ganas Leukemia

04 June 2022

“ Rambut Diza kenapa rontok ? Diza mau rambut cantik mah ”, tangis Diza pada ibunya.

Diza salbia wahyudi, putri cantik dari seorang ibu single parent yang mencari nafkah sebagai buruh cuci harus terus berjuang melawan monster jahat berupa Leukemia ALL

Orang tua Diza awalnya mengira demam yang di alami Diza hanyalah demam biasa. Namun dalam beberapa hari demam Diza belum juga turun hingga pada akhirnya Diza dilarikan ke Rumah Sakit dan hasil tes menyatakan bahwa Diza menderita Leukemia ALL

Bagai luka yang disiram air garam. Hati orangtua Diza sangat perih mendengar anaknya dinyatakan menderita penyakit Leukemia ALL yang kapan saja bisa merenggut nyawa Diza

“Saya sempat ragu apakah anak saya kuat untuk bertahan dari monster jahat berupa kanker yang terus menggerogoti tubuh anak saya. Tapi saya selalu berdoa untuk kesembuhan Diza. Dan seluruh tenaga akan saya kerahkan demi kesembuhan Diza” ujar ibu Diza sambil menghapus air matanya.

Diza terlahir kembar dan terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Kedua orangtuanya sudah berpisah. Dan ibunya membanting tulang mencari nafkah hanya sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang sangat kecil. Apalagi dalam keadaan saat ini, panggilan untuk cuci dan setrika sedang sangat sepi.

Dengan penghasilan yang sangat kecil ini ibu Diza harus terus memikirkan biaya kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak kembarnya. Apalagi saat ini Diza menderita kanker yang mengharuskan Diza menjalani kemoterapi 3-4 kali dalam seminggu.

Bahkan tubuh rapuh Diza harus menahan kerasnya efek kemoterapi yang seringkali membuat Diza mual dan sering demam. Bahkan dia harus bersedih karena harus menyaksikan rambut cantiknya terus menerus rontok. Tidak cukup sampai disitu, Diza seringkali mengeluh sakit setiap kali harus merasakan tubuhnya di tusuk jarum berkali-kali.

“Saya tidak tahan melihat keadaan Diza yang terus menerus menahan sakit dan kerasnya kemoterapi. Apalagi dengan keadaan Diza yang harus rela kehilangan rambut cantiknya. Saya sempat ingin menyerah dan tidak akan melanjutkan pengobatan Diza. Tapi saya berfikir itu akan semakin memperparah sakit Diza dan saya tidak ingin kehilangan anak saya” ungkap ibu Diza

Karena melihat semangat Diza untuk sembuh, akhirnya ibu Diza memutuskan melanjutkan pengobatan Diza walau dengan perekonomian yang kurang. Pengobatan Diza tentunya akan sangat panjang sehingga membutuhkan sangat banyak biaya. Dan sebagian besar pengobatan Diza tidak di tanggung BPJS.

 

Dari campaign ini orangtua Diza berharap ada banyak otang-orang baik yang peduli dengan Diza. mereka juga berharap Diza bisa terus menjalani pengobatannya agar Diza bisa sembuh dan kembali ceria, bisa aktif lagi bersama teman-teman seusianya dan tidak lagi merasakan sakitnya di tusuk jarum berkali-kali dengan efek kemoterapi yang berat


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 50.000

dari target Rp 50.000.000

 
  • 1
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 68
    hari lagi
Donasi
Donasi
Rp 50.000
Oleh #TemanPeduli 2 hari yang lalu
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Perjuangan Keras Diza Melawan Kanker Ganas Leukemia Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 50.000

 
Target: Rp Rp 50.000.000
  • 1
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 68
    hari lagi
Donasi
04 June 2022

“ Rambut Diza kenapa rontok ? Diza mau rambut cantik mah ”, tangis Diza pada ibunya.

Diza salbia wahyudi, putri cantik dari seorang ibu single parent yang mencari nafkah sebagai buruh cuci harus terus berjuang melawan monster jahat berupa Leukemia ALL

Orang tua Diza awalnya mengira demam yang di alami Diza hanyalah demam biasa. Namun dalam beberapa hari demam Diza belum juga turun hingga pada akhirnya Diza dilarikan ke Rumah Sakit dan hasil tes menyatakan bahwa Diza menderita Leukemia ALL

Bagai luka yang disiram air garam. Hati orangtua Diza sangat perih mendengar anaknya dinyatakan menderita penyakit Leukemia ALL yang kapan saja bisa merenggut nyawa Diza

“Saya sempat ragu apakah anak saya kuat untuk bertahan dari monster jahat berupa kanker yang terus menggerogoti tubuh anak saya. Tapi saya selalu berdoa untuk kesembuhan Diza. Dan seluruh tenaga akan saya kerahkan demi kesembuhan Diza” ujar ibu Diza sambil menghapus air matanya.

Diza terlahir kembar dan terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Kedua orangtuanya sudah berpisah. Dan ibunya membanting tulang mencari nafkah hanya sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang sangat kecil. Apalagi dalam keadaan saat ini, panggilan untuk cuci dan setrika sedang sangat sepi.

Dengan penghasilan yang sangat kecil ini ibu Diza harus terus memikirkan biaya kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak kembarnya. Apalagi saat ini Diza menderita kanker yang mengharuskan Diza menjalani kemoterapi 3-4 kali dalam seminggu.

Bahkan tubuh rapuh Diza harus menahan kerasnya efek kemoterapi yang seringkali membuat Diza mual dan sering demam. Bahkan dia harus bersedih karena harus menyaksikan rambut cantiknya terus menerus rontok. Tidak cukup sampai disitu, Diza seringkali mengeluh sakit setiap kali harus merasakan tubuhnya di tusuk jarum berkali-kali.

“Saya tidak tahan melihat keadaan Diza yang terus menerus menahan sakit dan kerasnya kemoterapi. Apalagi dengan keadaan Diza yang harus rela kehilangan rambut cantiknya. Saya sempat ingin menyerah dan tidak akan melanjutkan pengobatan Diza. Tapi saya berfikir itu akan semakin memperparah sakit Diza dan saya tidak ingin kehilangan anak saya” ungkap ibu Diza

Karena melihat semangat Diza untuk sembuh, akhirnya ibu Diza memutuskan melanjutkan pengobatan Diza walau dengan perekonomian yang kurang. Pengobatan Diza tentunya akan sangat panjang sehingga membutuhkan sangat banyak biaya. Dan sebagian besar pengobatan Diza tidak di tanggung BPJS.

 

Dari campaign ini orangtua Diza berharap ada banyak otang-orang baik yang peduli dengan Diza. mereka juga berharap Diza bisa terus menjalani pengobatannya agar Diza bisa sembuh dan kembali ceria, bisa aktif lagi bersama teman-teman seusianya dan tidak lagi merasakan sakitnya di tusuk jarum berkali-kali dengan efek kemoterapi yang berat



Belum ada update
#TemanPeduli
Rp 50.000  •  2 hari yang lalu

Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini