Bantu Adik Dayah untuk Segera Sembuh

04 November 2022

Nor Hidayah, bayi berusia 2 tahun 10 bulan itu lunglai di pangkuan ibunya. Sudah seminggu Nor Hidayah atau Dayah dirawat inap di RS Idaman Kota Banjarbaru. Ia didiagnosa menderita gizi buruk. Berat badan Dayah hanya 5,2 kg di usianya yang hampir 3 tahun.

“Harus dirawat di RS selama satu bulan ya Bu,” ucapan dokter itu membuat Sang Ibu terpaku. “Kami hanya petani, kami tak punya uang untuk bertahan satu bulan di rumah sakit,” Sang Ibu tergugu.

Sebenarnya, sejak lahir kondisi Dayah sehat walafiat. Pertumbuhannya juga normal. Bahkan di usia 1 tahun berat badannya sudah mencapai 7kg. Semua bermula ketika suatu malam badannya tiba-tiba panas hingga membuat mulutnya berdarah. Setelah diperiksa ternyata giginya rontok. Dayah langsung dibawa ke bidan dan keesokan harinya dilarikan ke puskesmas.

Sejak saat itu Dayah mulai sering sakit. Hingga membuat berat badannya menurun hingga 5kg. Ia mendapatkan pendampingan perbaikan gizi dari pihak puskesmas, namun berat badannya tak jua kunjung meningkat. Stabil di angka 5,2kg dan 5,3kg.

Saat ini Dayah dirawat intensif di RS Idaman Kota Banjarbaru, yang berjarak 53 km dari rumahnya di Desa Keramat Mina, Kecamatan Cintapuri, Kabupaten Banjar. Kondisi Dayah cukup memprihatinkan. Kaki kecilnya terlihat seperti tulang berbalut kulit saja, sedangkan perutnya buncit. Ia hanya terbaring lemah. Untuk makan harus menggunakan selang NGT.

 

“Cepat sembuh ya Nak… Ibu nggak kuat lihat Dayah seperti ini. Kalau bisa ibu saja yang sakit,” lirih sang ibu berbisik.

 

Dayah merupakan anak kedua dari pasangan Bariah dan Hermansyah. Namun, keduanya telah bercerai sejak Dayah berusia 3 bulan. Bariah kemudian menikah lagi dengan laki-laki yang bekerja menjadi tukang sayur keliling. Bariah sendiri, sehari-hari bekerja sebagai petani. Tapi Ia hanya menggarap lahan sewa. Uang sewa dibayar dengan hasil padi. Tahun ini jadi perjuangan berat baginya, karena mengalami gagal panen.

 

“Tahun ini cuma menghasilkan 2 sak padi saja,” ujar Bariah. Harga satu sak padi hanyalah Rp 400rb, artinya setahun ini Ia hanya menghasilkan Rp 800rb. Penghasilan ayah tiri Dayah yang tak seberapa menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarga ini.

 

Sementara Dayah juga membutuhkan susu, madu, dan pampers yang harus dibeli sendiri, karena tidak ditanggung BPJS.

 

“Saya nggak tau nanti bagaimana pengobatan lanjutan karena untuk ke Kota (rumah sakit) kami membutuhkan biaya transportasi yang tak sedikit. Kemarin saja Saya habis 100rb untuk ke RS,” ujar Bariah.

 

Perjalanan Dayah untuk sembuh masih panjang. Ia butuh uluran tangan kita semua. Tak banyak yang diharapkan, Ayah dan Ibunda Dayah hanya ingin anaknya bisa tumbuh sehat kembali. Yuk, bersama-sama kita bantu Keluarga Bu Bariah untuk memenuhi nutrisi Dayah dan bisa sembuh dari segala sakitnya.

Mari #SahabatPeduli kita berbagi bahagia dengan memberikan bantuan untuk operasi lanjutan dan pengobatan Adik Dayah dengan cara :

1. Pilih Donasi Sekarang

2. Masukan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Ikuti Instruksi Selanjutnya

 

 

Sahabat juga bisa membagikan kisah ini untuk bisa berkontribusi dalam kesembuhan adik Dayah. Kebaikan itu menular, jika pesan ini sampai di kamu, maka sampaikan juga pada sahabat, teman dan keluargamu ya. Salam hangat dari kami.

Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 23.000.000

Pencairan Donasi

Rp. 23.000.000

Bank Account: 755****418
Bank Account Name: Yayasan Ruang Pelita Kalimantan

Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 25.000.000

dari target Rp 25.000.000

 
  • 1
    Donasi
  • 9
    Bagikan
  • 58
    hari lagi
Donasi
Donasi
Rp 25.000.000
Oleh Indodax 2 minggu yang lalu

Bantu Adik Dayah untuk Segera Sembuh Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 25.000.000

 
Target: Rp Rp 25.000.000
  • 1
    Donasi
  • 9
    Bagikan
  • 58
    hari lagi
Donasi
04 November 2022

Nor Hidayah, bayi berusia 2 tahun 10 bulan itu lunglai di pangkuan ibunya. Sudah seminggu Nor Hidayah atau Dayah dirawat inap di RS Idaman Kota Banjarbaru. Ia didiagnosa menderita gizi buruk. Berat badan Dayah hanya 5,2 kg di usianya yang hampir 3 tahun.

“Harus dirawat di RS selama satu bulan ya Bu,” ucapan dokter itu membuat Sang Ibu terpaku. “Kami hanya petani, kami tak punya uang untuk bertahan satu bulan di rumah sakit,” Sang Ibu tergugu.

Sebenarnya, sejak lahir kondisi Dayah sehat walafiat. Pertumbuhannya juga normal. Bahkan di usia 1 tahun berat badannya sudah mencapai 7kg. Semua bermula ketika suatu malam badannya tiba-tiba panas hingga membuat mulutnya berdarah. Setelah diperiksa ternyata giginya rontok. Dayah langsung dibawa ke bidan dan keesokan harinya dilarikan ke puskesmas.

Sejak saat itu Dayah mulai sering sakit. Hingga membuat berat badannya menurun hingga 5kg. Ia mendapatkan pendampingan perbaikan gizi dari pihak puskesmas, namun berat badannya tak jua kunjung meningkat. Stabil di angka 5,2kg dan 5,3kg.

Saat ini Dayah dirawat intensif di RS Idaman Kota Banjarbaru, yang berjarak 53 km dari rumahnya di Desa Keramat Mina, Kecamatan Cintapuri, Kabupaten Banjar. Kondisi Dayah cukup memprihatinkan. Kaki kecilnya terlihat seperti tulang berbalut kulit saja, sedangkan perutnya buncit. Ia hanya terbaring lemah. Untuk makan harus menggunakan selang NGT.

 

“Cepat sembuh ya Nak… Ibu nggak kuat lihat Dayah seperti ini. Kalau bisa ibu saja yang sakit,” lirih sang ibu berbisik.

 

Dayah merupakan anak kedua dari pasangan Bariah dan Hermansyah. Namun, keduanya telah bercerai sejak Dayah berusia 3 bulan. Bariah kemudian menikah lagi dengan laki-laki yang bekerja menjadi tukang sayur keliling. Bariah sendiri, sehari-hari bekerja sebagai petani. Tapi Ia hanya menggarap lahan sewa. Uang sewa dibayar dengan hasil padi. Tahun ini jadi perjuangan berat baginya, karena mengalami gagal panen.

 

“Tahun ini cuma menghasilkan 2 sak padi saja,” ujar Bariah. Harga satu sak padi hanyalah Rp 400rb, artinya setahun ini Ia hanya menghasilkan Rp 800rb. Penghasilan ayah tiri Dayah yang tak seberapa menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarga ini.

 

Sementara Dayah juga membutuhkan susu, madu, dan pampers yang harus dibeli sendiri, karena tidak ditanggung BPJS.

 

“Saya nggak tau nanti bagaimana pengobatan lanjutan karena untuk ke Kota (rumah sakit) kami membutuhkan biaya transportasi yang tak sedikit. Kemarin saja Saya habis 100rb untuk ke RS,” ujar Bariah.

 

Perjalanan Dayah untuk sembuh masih panjang. Ia butuh uluran tangan kita semua. Tak banyak yang diharapkan, Ayah dan Ibunda Dayah hanya ingin anaknya bisa tumbuh sehat kembali. Yuk, bersama-sama kita bantu Keluarga Bu Bariah untuk memenuhi nutrisi Dayah dan bisa sembuh dari segala sakitnya.

Mari #SahabatPeduli kita berbagi bahagia dengan memberikan bantuan untuk operasi lanjutan dan pengobatan Adik Dayah dengan cara :

1. Pilih Donasi Sekarang

2. Masukan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Ikuti Instruksi Selanjutnya

 

 

Sahabat juga bisa membagikan kisah ini untuk bisa berkontribusi dalam kesembuhan adik Dayah. Kebaikan itu menular, jika pesan ini sampai di kamu, maka sampaikan juga pada sahabat, teman dan keluargamu ya. Salam hangat dari kami.


Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 23.000.000


Pencairan Donasi

Rp. 23.000.000

Bank Account: 755****418
Bank Account Name: Yayasan Ruang Pelita Kalimantan

Indodax
Rp 25.000.000  •  2 minggu yang lalu

Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa