Setiap Muslim Berhak Mengaji Al-Qur’an, Termasuk Saudara Tunanetra
Perkenalkan, kami adalah tim relawan Yayasan Islam Ngudi Mulyo, sebuah yayasan yang mendampingi keluarga difabel—khususnya tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa—dalam aspek spiritual, sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Membaca Al-Qur’an adalah hak setiap Muslim. Namun kenyataannya, hingga hari ini masih banyak saudara kita yang tunanetra belum memiliki akses yang memadai untuk belajar dan membaca Al-Qur’an, terutama Al-Qur’an Braille. Keterbatasan media belajar membuat sebagian dari mereka harus bergantung pada orang lain, bahkan tidak sedikit yang belum pernah benar-benar merasakan kemandirian dalam mengaji.

Melalui program Pelatihan Mengaji Al-Qur’an Braille Gratis, kami ingin membuka jalan kemandirian ibadah bagi saudara-saudara tunanetra binaan Yayasan Islam Ngudi Mulyo. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mengajarkan teknik membaca Al-Qur’an Braille, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

Saat ini, jumlah Al-Qur’an Braille yang kami miliki masih sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan peserta. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mengadakan Al-Qur’an Braille sekaligus menyelenggarakan pelatihan mengaji yang akan dilaksanakan di Aula Sekretariat Yayasan Islam Ngudi Mulyo, Pondok, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY.

Untuk mewujudkan program mulia ini, kami membutuhkan dukungan dari para donatur dengan total kebutuhan dana sebesar Rp45.000.000. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:
Pengadaan Al-Qur’an Braille
Biaya operasional pelatihan mengaji Al-Qur’an Braille
Program ini bukan sekadar pelatihan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga ikhtiar menghadirkan kesetaraan akses ibadah dan ilmu bagi saudara-saudara kita yang tunanetra. Setiap bantuan yang Anda berikan adalah amal jariyah—pahala yang terus mengalir selama Al-Qur’an itu dibaca dan diamalkan.
Mari bersama kita hadirkan cahaya Al-Qur’an dalam genggaman mereka.
Dukung dan sukseskan Pelatihan Mengaji Al-Qur’an Braille untuk Saudara Tunanetra.
Setiap Muslim Berhak Mengaji Al-Qur’an, Termasuk Saudara Tunanetra
Perkenalkan, kami adalah tim relawan Yayasan Islam Ngudi Mulyo, sebuah yayasan yang mendampingi keluarga difabel—khususnya tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa—dalam aspek spiritual, sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Membaca Al-Qur’an adalah hak setiap Muslim. Namun kenyataannya, hingga hari ini masih banyak saudara kita yang tunanetra belum memiliki akses yang memadai untuk belajar dan membaca Al-Qur’an, terutama Al-Qur’an Braille. Keterbatasan media belajar membuat sebagian dari mereka harus bergantung pada orang lain, bahkan tidak sedikit yang belum pernah benar-benar merasakan kemandirian dalam mengaji.

Melalui program Pelatihan Mengaji Al-Qur’an Braille Gratis, kami ingin membuka jalan kemandirian ibadah bagi saudara-saudara tunanetra binaan Yayasan Islam Ngudi Mulyo. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mengajarkan teknik membaca Al-Qur’an Braille, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

Saat ini, jumlah Al-Qur’an Braille yang kami miliki masih sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan peserta. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mengadakan Al-Qur’an Braille sekaligus menyelenggarakan pelatihan mengaji yang akan dilaksanakan di Aula Sekretariat Yayasan Islam Ngudi Mulyo, Pondok, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY.

Untuk mewujudkan program mulia ini, kami membutuhkan dukungan dari para donatur dengan total kebutuhan dana sebesar Rp45.000.000. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:
Pengadaan Al-Qur’an Braille
Biaya operasional pelatihan mengaji Al-Qur’an Braille
Program ini bukan sekadar pelatihan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga ikhtiar menghadirkan kesetaraan akses ibadah dan ilmu bagi saudara-saudara kita yang tunanetra. Setiap bantuan yang Anda berikan adalah amal jariyah—pahala yang terus mengalir selama Al-Qur’an itu dibaca dan diamalkan.
Mari bersama kita hadirkan cahaya Al-Qur’an dalam genggaman mereka.
Dukung dan sukseskan Pelatihan Mengaji Al-Qur’an Braille untuk Saudara Tunanetra.
Bagikan tautan ke media sosial