Gendong 20 Kg Bakul dan Nyiru Setiap Hari, Bantu Perjuangan Ma Ijoh Untuk Menyambung Hidup

11 August 2022

Gendong 20 Kg Bakul dan Nyiru Setiap Hari, Bantu Perjuangan Ma Ijoh Untuk Menyambung Hidup

 

Namanya Ma Ijoh. Usianya 70  tahun namun tak pernah menyerah dengan keadaan. Biarpun hidup sebatang kara di rumah yang sangat sederhana 5x4 meter sepeninggalan suaminya di Lebak Kampeng Rt 69, Rw 21, Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, ia tetap tegar dan bersabar. 

Ya, masa tuanya amat pelik dan berat sekali. Tak ada lagi yang membantunya berdiri karena suami sudah meninggal sejak 17 Tahun yang lalu. Anak ia satu-satunya tinggal di luar kota. Itulah kenapa Ma Ijoh tak punya pilihan lain selain berjuang sendiri!

 

Di usia senja, setiap pagi selepas solat duha ia berjalan kaki menyusuri jalan-jalan untuk menjajakan bakul dan nyiru hasil kerajinan tanagannya. Tak cuma kakinya yang lelah dan lemas, tetapi teriakannya yang selalu menguras tenaga. Ia semampunya berteriak, “barade nyiru bobokona”.

 

Harga satu nyiru atau bakul ia jual dengan harga 15rb, namun setiap harinya ia menerima hasil yang tak menentu. Kadang hanya laku 1 bakul yang artinya ia mendapatkan hanya Rp. 15.000 per hari  dan sangat sering dagangannya tidak laku sama sekali!  

 

Karena di jaman modern seperti ini sudah sangat jarang yang membeli, pernah suatu hari Ma Ijoh jatuh pingsan karena kelelahan dan sesak karena sakit jantung yang di deritanya. Untungnya ada orang baik yang menolong kemudian mengantarkannya ke dokter dan di rawat selama 2 hari.

 

Meskipun hidup serba kesulitan, ia tetap menjalaninya dengan tabah karena tak punya pilihan lain. Apalagi, ia pun menolak untuk menjadi pengemis dan meminta belas kasihan orang lain.

 

 “Ma mah rutin sebelum berangkat dagang teh sholat duha dulu berharap ada rezeki ema untuk makan besok, Kalau dagangannya tidak laku maka Ma mah puasa saja”, tutur Ma Ijoh dengan nada tersengal. 

Seringkali Ma Ijoh mengusap keriputnya yang basah oleh keringat bercampur air mata. Ia sedih karena harus melewati masa tua seperti ini. 

Kalau Ma tidak berjualan Ma tidak bisa makan. Anak Ma satu satunya jauh dan iapun serba tak punya, jadi Ma harus berjuang sendiri buat memenuhi kebutuhan,” ujar Ma Ijoh sembari tersenyum.

Sahabat #GemarBeramal, mari ringankan beban Ma Ijoh di masa tuanya yang pelik. Jangan biarkan ia hidup merana dan kesepian. Sedikit rezeki dari sahabat akan berarti besar buat Ma Ijoh. Sampaikan doa dan donasi melalui:

  1. Klik tombol “Donasi”.

  2. Masukkan nominal Infak Sahabat.

  3. Masukkan data yang diperlukan.

  4. Klik tombol “Lanjutkan”.

  5. Pilih metode pembayaran (Kartu Kredit/Debit/Transfer Bank/Alfamart/GoPay/ShopeePay).

  6. Klik tombol “Bayar Sekarang” dan selesaikan pembayaran.

Ajak keluarga dan kerabat lainnya untuk share link ini via WhatsApp

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook.

InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sahabat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Ma Ijoh. Selain itu juga dipergunakan untuk para penerima manfaat dan program lainnya yang membutuhkan, di bawah naungan Program Salingberbagi.org.

 


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 50.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 35
    hari lagi
Donasi
Donasi
Belum ada donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Gendong 20 Kg Bakul dan Nyiru Setiap Hari, Bantu Perjuangan Ma Ijoh Untuk Menyambung Hidup Sosial

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 50.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 35
    hari lagi
Donasi
11 August 2022

Gendong 20 Kg Bakul dan Nyiru Setiap Hari, Bantu Perjuangan Ma Ijoh Untuk Menyambung Hidup

 

Namanya Ma Ijoh. Usianya 70  tahun namun tak pernah menyerah dengan keadaan. Biarpun hidup sebatang kara di rumah yang sangat sederhana 5x4 meter sepeninggalan suaminya di Lebak Kampeng Rt 69, Rw 21, Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, ia tetap tegar dan bersabar. 

Ya, masa tuanya amat pelik dan berat sekali. Tak ada lagi yang membantunya berdiri karena suami sudah meninggal sejak 17 Tahun yang lalu. Anak ia satu-satunya tinggal di luar kota. Itulah kenapa Ma Ijoh tak punya pilihan lain selain berjuang sendiri!

 

Di usia senja, setiap pagi selepas solat duha ia berjalan kaki menyusuri jalan-jalan untuk menjajakan bakul dan nyiru hasil kerajinan tanagannya. Tak cuma kakinya yang lelah dan lemas, tetapi teriakannya yang selalu menguras tenaga. Ia semampunya berteriak, “barade nyiru bobokona”.

 

Harga satu nyiru atau bakul ia jual dengan harga 15rb, namun setiap harinya ia menerima hasil yang tak menentu. Kadang hanya laku 1 bakul yang artinya ia mendapatkan hanya Rp. 15.000 per hari  dan sangat sering dagangannya tidak laku sama sekali!  

 

Karena di jaman modern seperti ini sudah sangat jarang yang membeli, pernah suatu hari Ma Ijoh jatuh pingsan karena kelelahan dan sesak karena sakit jantung yang di deritanya. Untungnya ada orang baik yang menolong kemudian mengantarkannya ke dokter dan di rawat selama 2 hari.

 

Meskipun hidup serba kesulitan, ia tetap menjalaninya dengan tabah karena tak punya pilihan lain. Apalagi, ia pun menolak untuk menjadi pengemis dan meminta belas kasihan orang lain.

 

 “Ma mah rutin sebelum berangkat dagang teh sholat duha dulu berharap ada rezeki ema untuk makan besok, Kalau dagangannya tidak laku maka Ma mah puasa saja”, tutur Ma Ijoh dengan nada tersengal. 

Seringkali Ma Ijoh mengusap keriputnya yang basah oleh keringat bercampur air mata. Ia sedih karena harus melewati masa tua seperti ini. 

Kalau Ma tidak berjualan Ma tidak bisa makan. Anak Ma satu satunya jauh dan iapun serba tak punya, jadi Ma harus berjuang sendiri buat memenuhi kebutuhan,” ujar Ma Ijoh sembari tersenyum.

Sahabat #GemarBeramal, mari ringankan beban Ma Ijoh di masa tuanya yang pelik. Jangan biarkan ia hidup merana dan kesepian. Sedikit rezeki dari sahabat akan berarti besar buat Ma Ijoh. Sampaikan doa dan donasi melalui:

  1. Klik tombol “Donasi”.

  2. Masukkan nominal Infak Sahabat.

  3. Masukkan data yang diperlukan.

  4. Klik tombol “Lanjutkan”.

  5. Pilih metode pembayaran (Kartu Kredit/Debit/Transfer Bank/Alfamart/GoPay/ShopeePay).

  6. Klik tombol “Bayar Sekarang” dan selesaikan pembayaran.

Ajak keluarga dan kerabat lainnya untuk share link ini via WhatsApp

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook.

InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sahabat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Ma Ijoh. Selain itu juga dipergunakan untuk para penerima manfaat dan program lainnya yang membutuhkan, di bawah naungan Program Salingberbagi.org.

 



Belum ada update
Belum ada donasi
Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini