Mbah Ditelantarkan Keluarga & Tinggal di Gubuk

24 August 2022

Hidup Sebatang Kara dan Tidur Bersebelahan dengan Kandang Kambing

Beliau adalah Mbah Pasem, nenek tua renta berumur 67 tahun yang tinggal sebatang kara di sebuah gubuk tua.

Dindingnya sudah penuh lubang, atapnya pun berlubang. Untuk memasak pun masih memakai kayu bakar dan pencahayaan yang seadanya. Beliau tidur diatas alas tidur yang sudah tua dan tipis (rusak).

Setiap hari Mbah Pasem merawat kambing titipan tetangga, mulai dari memberi pakan dan minum, serta menjaganya. Dari merawat kambing tersebut beliau tidak menerima upah bulanan, beliau hanya menerima upah saat pemilik kambing menjual kambingnya.

Sesaat setelah selesai memberi makan, beliau berujar:

"Kaki mbah akhir-akhir ini pegel kalo buat jalan agak jauh jadi gak bisa, padahal biasanya pergi buat cari rongsok buat tambahan makan,”  ujar Mbah Pasem.

Kamar mandi di luar rumah berukuran kecil dengan sumur pompa, kondisinya amat kurang layak, pencahayaan pun hanya ada satu lampu untuk menerangi rumah beliau yang didapat dari tetangga.

 

Suami Mbah Pasem telah meninggal dunia karena sakit dan beliau tidak mempunyai anak kandung. 

Mempunyai 8 anak tiri yang dirawat dari kecil sampai mereka besar dan menikah namun sekarang tak ada yang satupun dari mereka yang menengok Mbah Pasem, begitu juga dengan kakak dan adiknya.

Tanpa Beliau sadari berlinang airmata sesaat teringat masa itu dan terdengar lirih : 

"Mbah sudah uzur, ngga ingin macam-macam, mbah kangen mereka, ngga ingin di kasih apa-apa sama mereka, bagi mbah datang aja tanya kabar saya gimana sehat atau tidak, begitu saja saya sudah sangat senang"

Harapan Mbah Pasem ingin salah satu keluarganya ada yang menyapa datang kerumah untuk sekedar menanyakan kabar. Mbah juga butuh sepeda untuk mencari rumput, tempat tidur agar lebih nyaman istirahat, butuh gizi, sembako dan perabotan rumah.

 

Walaupun selalu sendirian alhamdulillah orang lain ada yang peduli, terkadang ada orang yang berkunjung kerumah dan memberi bantuan.

 

#SahabatDermawan, mari kita bantu donasi dan doakan agar adik Raffa bisa sembuh seperti sediakala dengan cara :

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih bank pembayaran
  4. Dapatkan laporan via email

Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 50.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 147
    hari lagi
Donasi
Donasi
Belum ada donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Mbah Ditelantarkan Keluarga & Tinggal di Gubuk Sosial

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 50.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 147
    hari lagi
Donasi
24 August 2022

Hidup Sebatang Kara dan Tidur Bersebelahan dengan Kandang Kambing

Beliau adalah Mbah Pasem, nenek tua renta berumur 67 tahun yang tinggal sebatang kara di sebuah gubuk tua.

Dindingnya sudah penuh lubang, atapnya pun berlubang. Untuk memasak pun masih memakai kayu bakar dan pencahayaan yang seadanya. Beliau tidur diatas alas tidur yang sudah tua dan tipis (rusak).

Setiap hari Mbah Pasem merawat kambing titipan tetangga, mulai dari memberi pakan dan minum, serta menjaganya. Dari merawat kambing tersebut beliau tidak menerima upah bulanan, beliau hanya menerima upah saat pemilik kambing menjual kambingnya.

Sesaat setelah selesai memberi makan, beliau berujar:

"Kaki mbah akhir-akhir ini pegel kalo buat jalan agak jauh jadi gak bisa, padahal biasanya pergi buat cari rongsok buat tambahan makan,”  ujar Mbah Pasem.

Kamar mandi di luar rumah berukuran kecil dengan sumur pompa, kondisinya amat kurang layak, pencahayaan pun hanya ada satu lampu untuk menerangi rumah beliau yang didapat dari tetangga.

 

Suami Mbah Pasem telah meninggal dunia karena sakit dan beliau tidak mempunyai anak kandung. 

Mempunyai 8 anak tiri yang dirawat dari kecil sampai mereka besar dan menikah namun sekarang tak ada yang satupun dari mereka yang menengok Mbah Pasem, begitu juga dengan kakak dan adiknya.

Tanpa Beliau sadari berlinang airmata sesaat teringat masa itu dan terdengar lirih : 

"Mbah sudah uzur, ngga ingin macam-macam, mbah kangen mereka, ngga ingin di kasih apa-apa sama mereka, bagi mbah datang aja tanya kabar saya gimana sehat atau tidak, begitu saja saya sudah sangat senang"

Harapan Mbah Pasem ingin salah satu keluarganya ada yang menyapa datang kerumah untuk sekedar menanyakan kabar. Mbah juga butuh sepeda untuk mencari rumput, tempat tidur agar lebih nyaman istirahat, butuh gizi, sembako dan perabotan rumah.

 

Walaupun selalu sendirian alhamdulillah orang lain ada yang peduli, terkadang ada orang yang berkunjung kerumah dan memberi bantuan.

 

#SahabatDermawan, mari kita bantu donasi dan doakan agar adik Raffa bisa sembuh seperti sediakala dengan cara :

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih bank pembayaran
  4. Dapatkan laporan via email


Belum ada update
Belum ada donasi
Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini