Berjuang Sembuh Dari Neuroblastoma Tanpa Ditemani Sosok Ayah

04 June 2022

Disaat anak-anak lain berjuang untuk sembuh dari sakit yang di deritanya dengan ditemani oleh keluarganya yang utuh, tidak dengan Muhammad Adam Zafir (5 tahun). Adam harus berjuang sembuh dari Neuroblastoma tanpa ditemani sosok seorang ayah di sampingnya.

“Sungguh malang nasib anak saya. Di umurnya sekarang dan belum tahu apapun tentang penyakit, dia harus merasakan Ganas nya Kanker langka yang tumbuh di atas ginjal kirinya. Terlebih lagi saat ini saya hanya berjuang seorang diri mencari nafkah  dan panggilan jahitan sedang sangat sepi” ungkap ibu Adam.

Sejak lahir Adam memang berbeda dengan temannya. Perutnya terlihat membesar dan agak mengeras. Ibunya pun membawanya ke Puskemas untuk memeriksakannya. Lalu Adam di rujuk ke RSCM untuk penanganan yang lebih serius. Dari hasil USG dan CT-Scan didapati bahwa Adam menderita Neuroblastoma.

Ditambah lagi Adam harus menjalani operasi pengangkatan benjolan yang ada di perutnya. Tentunya untuk menjalani operasi tersebut butuh biaya yang sangat besar dan hanya beberapa persen saja yang di cover BPJS. Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai permak jahit yang penghasilannya tidak menentu.

Adam memang anak yang baik hati. Disaat kondisi perutnya terus membesar bahkan jauh dari ukuran normal entah seberapa besar sakit yang Adam rasakan, namun Adam tetap tersenyum dan tidak rewel, seakan tahu betapa sedihnya sang ibu jika melihatnya kesakitan.

Betapa miris berada di posisi Adam. Bahkan Adam belum pernah sekalipun memandang dan mendapat pelukan dari sang ayah. Ayahnya meninggalkan mereka sejak Adam masih 3 bulan di dalam kandungan. Dan ibu Adam pun membesarkan kedua anaknya sendiri dengan mencari nafkah menjadi buruh cuci dan usaha jahit. Namun sejak Adam sakit ibunya hanya bisa mengerjakan permak jahitan saja.

Tentu saja dengan kondisi Adam dan kondisi perekonomian keluarganya, ibu Adam tidak bisa berjuang sendirian. Pengobatan Adam membutuhkan biaya yang besar sedangkan saat ini panggilan untuk permak jahit sangatlah sepi. Mari bersama kita bantu Adam agar bisa terus menjalani pengobatannya.


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 50.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 67
    hari lagi
Donasi
Donasi
Belum ada donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Berjuang Sembuh Dari Neuroblastoma Tanpa Ditemani Sosok Ayah Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 50.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 67
    hari lagi
Donasi
04 June 2022

Disaat anak-anak lain berjuang untuk sembuh dari sakit yang di deritanya dengan ditemani oleh keluarganya yang utuh, tidak dengan Muhammad Adam Zafir (5 tahun). Adam harus berjuang sembuh dari Neuroblastoma tanpa ditemani sosok seorang ayah di sampingnya.

“Sungguh malang nasib anak saya. Di umurnya sekarang dan belum tahu apapun tentang penyakit, dia harus merasakan Ganas nya Kanker langka yang tumbuh di atas ginjal kirinya. Terlebih lagi saat ini saya hanya berjuang seorang diri mencari nafkah  dan panggilan jahitan sedang sangat sepi” ungkap ibu Adam.

Sejak lahir Adam memang berbeda dengan temannya. Perutnya terlihat membesar dan agak mengeras. Ibunya pun membawanya ke Puskemas untuk memeriksakannya. Lalu Adam di rujuk ke RSCM untuk penanganan yang lebih serius. Dari hasil USG dan CT-Scan didapati bahwa Adam menderita Neuroblastoma.

Ditambah lagi Adam harus menjalani operasi pengangkatan benjolan yang ada di perutnya. Tentunya untuk menjalani operasi tersebut butuh biaya yang sangat besar dan hanya beberapa persen saja yang di cover BPJS. Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai permak jahit yang penghasilannya tidak menentu.

Adam memang anak yang baik hati. Disaat kondisi perutnya terus membesar bahkan jauh dari ukuran normal entah seberapa besar sakit yang Adam rasakan, namun Adam tetap tersenyum dan tidak rewel, seakan tahu betapa sedihnya sang ibu jika melihatnya kesakitan.

Betapa miris berada di posisi Adam. Bahkan Adam belum pernah sekalipun memandang dan mendapat pelukan dari sang ayah. Ayahnya meninggalkan mereka sejak Adam masih 3 bulan di dalam kandungan. Dan ibu Adam pun membesarkan kedua anaknya sendiri dengan mencari nafkah menjadi buruh cuci dan usaha jahit. Namun sejak Adam sakit ibunya hanya bisa mengerjakan permak jahitan saja.

Tentu saja dengan kondisi Adam dan kondisi perekonomian keluarganya, ibu Adam tidak bisa berjuang sendirian. Pengobatan Adam membutuhkan biaya yang besar sedangkan saat ini panggilan untuk permak jahit sangatlah sepi. Mari bersama kita bantu Adam agar bisa terus menjalani pengobatannya.



Belum ada update
Belum ada donasi
Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini