Beri Harapan Hidup untuk Witarsih Sembuh dari TB Usus, Butuh Penanganan Segera!

09 June 2022

Sedih hati ini melihat buah hati tercinta, Witarsih yang baru berusia 14 tahun mengidap penyakit tidak biasa, Sudah 10 Bulan Witarsih harus menahan rasa sakit karena penyakit kelainan pencernaan langka yang dideritanya. 

 

Witarsih adalah putri cantik dari pasangan Engkus (49th) dan Hadsih (47th) Ia dan kedua orangtuanya tinggal di rumah yang sangat sederhana dan sudah reyot di daerah Kp Cibeunying RT.007/003 Ds. Karangnunggal, Kec Cibeber, Kab. Cianjur.

Mulanya, pada awal tahun 2021 witasih sering mengalami kembung di perut, witarsih mengira hanya kembung biasa. Witarsih hanya meminum obat magh saja. Ketika perutnya sakit, biasanya Pak Engkus yang selalu mengurut perut Witarsih

Baru selang beberapa hari, kondisi Witarsih menunjukkan gejala lain, kalau perutnya menimbulkan semburat-semburat hijau. Perutnya semakin kembung dan kali ini kian membesar. Sampai Witarsih muntah dan tidak pernah Kentut ataupun BAB.

 

Saat itu orang tua Witarsih langsung membawanya ke klinik, tapi klinik menyarankan harus segera di rujuk ke rumah sakit karna sakit yang ada diperutnya sudah parah, dokter pun memberitahu kabar yang membuat Orangtua Witarsih hatinya serasa tersayat ketika mendengarnya. tuberculosis of intestinal atau TB Usus kondisi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menginfeksi organ perut, peritoneum (selaput dalam rongga perut), dan usus. Bakteri TB dapat menyebar ke organ perut melalui darah, getah bening, maupun dahak yang tertelan. 

Dokter mengatakan, untuk kesembuhan Witarsih gadis cantik ini harus melewati hingga dua tahap operasi. Operasi pertama adalah untuk pembuatan saluran BAB di perut Karena ada bagian usus yang tidak berfungsi dan bernanah. Sedangkan operasi kedua untuk pengembalian usus ke anus.

Operasi pertama sudah berhasil Witarsih lewati pasca operasi pertama tersebut, Selama 10 bulan Witarsih harus berbaring ditempat tidurnya dengan ususnya berada diluar. Untuk pergi ke toilet Witarsih harus dibantu orang tuanya karena tidak kuat untuk berjalan. Untuk buang air besar, Witarsih harus dibantu dengan kantong kolostomi karena kotorannya keluar melalui usus yang masih di luar.Terkadang diusus nya itu keluar nanah, dan Ayahnya selalu membantu dengan mengurut perutnya agar nanahnya keluar. 

 

Sehari-hari Witarsih berada dalam perawatan Ibunya, sementara sang Ayah banting tulang berusaha mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilannya rata-rata 700rb per bulan, jelas tak bisa memenuhi biaya pengobatan Witarsih yang mencapai hingga puluhan juta rupiah.

 

Sementara buah hati tercinta mereka ini juga tak hanya butuh operasi , Witarsih membutuhkan cek up ke RS Sayang Cianjur setiap bulannya untuk melihat perkembangan kondisinya. walaupun biaya penanganan medis Witarsih ditanggung oleh BPJS namun Biaya transportasi dan akomomodasi serta biaya mingguan seperti untuk membeli kantong kolostomi, bedak untuk atasi iritasi, selang kateter dan perban di tanggung oleh Pak Engkus (Ayah Witarsih). 

 

Selain itu karena kedepannya witarsih akan menjalani operasi lanjutan, dokter menyarankan Witarsih harus menjaga kondisi tubuh dan menambah berat badannya dengan memakan makanan bergizi serta susu nutrisi yang selama ini masih belum terlaksana karena keterbatasan ekonomi Pak Engkus yang tidak mampu membelinya. 

 

Witarsih sendiri ingin menjadi seorang hafidzoh, karena witarsih sendiri sekolah di pesantren depan rumahnya. Namun sekarang cita-citanya tertunda karena harus berjuang untuk sembuh dari penyakit yang ia derita. 

“Rasanya sakit sekali. Saya ingin sembuh kak, nanti saya ingin menjadi penghafal Al-Quran agar dapat membahagiakan mamah dan bapa”(ujar Witarsih menahan air mata)

 

Proses kesembuhan Witarsih masih sangat panjang. Dalam tahap pasca operasi ini Witarsih juga harus rutin kontrol setiap bulannya untuk melihat perkembangan menuju operasi selanjutnya . Pak Engkus dan Ibu Hadsih ini masih membutuhkan lebih banyak uluran tangan untuk memenuhi target biaya pengobatan Anak tercintanya yang masih panjang.

 

Sahabat, siapa yang tidak meringis dan seakan turut merasakan sakit melihat kondisi Gadis Kecil bercita-cita mulia yang hidup dengan memprihatinkan ini? 

 

Yuk, berdonasi demi kesembuhan adik ini dan berikan masa depan lebih cerah untuk Witarsih dengan berdonasi dengan cara:

  1. Klik Tombol "Infak Sekarang"

  2. Masukkan Nominal Infak Sahabat

  3. Masukkan Data yang Diminta oleh Sistem

  4. Lakukan Transfer ke Rekening Bank yang Sahabat Pilih

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook. InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sabahat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 1.000.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 158
    hari lagi
Donasi
Donasi
Belum ada donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Beri Harapan Hidup untuk Witarsih Sembuh dari TB Usus, Butuh Penanganan Segera! Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 1.000.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 158
    hari lagi
Donasi
09 June 2022

Sedih hati ini melihat buah hati tercinta, Witarsih yang baru berusia 14 tahun mengidap penyakit tidak biasa, Sudah 10 Bulan Witarsih harus menahan rasa sakit karena penyakit kelainan pencernaan langka yang dideritanya. 

 

Witarsih adalah putri cantik dari pasangan Engkus (49th) dan Hadsih (47th) Ia dan kedua orangtuanya tinggal di rumah yang sangat sederhana dan sudah reyot di daerah Kp Cibeunying RT.007/003 Ds. Karangnunggal, Kec Cibeber, Kab. Cianjur.

Mulanya, pada awal tahun 2021 witasih sering mengalami kembung di perut, witarsih mengira hanya kembung biasa. Witarsih hanya meminum obat magh saja. Ketika perutnya sakit, biasanya Pak Engkus yang selalu mengurut perut Witarsih

Baru selang beberapa hari, kondisi Witarsih menunjukkan gejala lain, kalau perutnya menimbulkan semburat-semburat hijau. Perutnya semakin kembung dan kali ini kian membesar. Sampai Witarsih muntah dan tidak pernah Kentut ataupun BAB.

 

Saat itu orang tua Witarsih langsung membawanya ke klinik, tapi klinik menyarankan harus segera di rujuk ke rumah sakit karna sakit yang ada diperutnya sudah parah, dokter pun memberitahu kabar yang membuat Orangtua Witarsih hatinya serasa tersayat ketika mendengarnya. tuberculosis of intestinal atau TB Usus kondisi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menginfeksi organ perut, peritoneum (selaput dalam rongga perut), dan usus. Bakteri TB dapat menyebar ke organ perut melalui darah, getah bening, maupun dahak yang tertelan. 

Dokter mengatakan, untuk kesembuhan Witarsih gadis cantik ini harus melewati hingga dua tahap operasi. Operasi pertama adalah untuk pembuatan saluran BAB di perut Karena ada bagian usus yang tidak berfungsi dan bernanah. Sedangkan operasi kedua untuk pengembalian usus ke anus.

Operasi pertama sudah berhasil Witarsih lewati pasca operasi pertama tersebut, Selama 10 bulan Witarsih harus berbaring ditempat tidurnya dengan ususnya berada diluar. Untuk pergi ke toilet Witarsih harus dibantu orang tuanya karena tidak kuat untuk berjalan. Untuk buang air besar, Witarsih harus dibantu dengan kantong kolostomi karena kotorannya keluar melalui usus yang masih di luar.Terkadang diusus nya itu keluar nanah, dan Ayahnya selalu membantu dengan mengurut perutnya agar nanahnya keluar. 

 

Sehari-hari Witarsih berada dalam perawatan Ibunya, sementara sang Ayah banting tulang berusaha mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilannya rata-rata 700rb per bulan, jelas tak bisa memenuhi biaya pengobatan Witarsih yang mencapai hingga puluhan juta rupiah.

 

Sementara buah hati tercinta mereka ini juga tak hanya butuh operasi , Witarsih membutuhkan cek up ke RS Sayang Cianjur setiap bulannya untuk melihat perkembangan kondisinya. walaupun biaya penanganan medis Witarsih ditanggung oleh BPJS namun Biaya transportasi dan akomomodasi serta biaya mingguan seperti untuk membeli kantong kolostomi, bedak untuk atasi iritasi, selang kateter dan perban di tanggung oleh Pak Engkus (Ayah Witarsih). 

 

Selain itu karena kedepannya witarsih akan menjalani operasi lanjutan, dokter menyarankan Witarsih harus menjaga kondisi tubuh dan menambah berat badannya dengan memakan makanan bergizi serta susu nutrisi yang selama ini masih belum terlaksana karena keterbatasan ekonomi Pak Engkus yang tidak mampu membelinya. 

 

Witarsih sendiri ingin menjadi seorang hafidzoh, karena witarsih sendiri sekolah di pesantren depan rumahnya. Namun sekarang cita-citanya tertunda karena harus berjuang untuk sembuh dari penyakit yang ia derita. 

“Rasanya sakit sekali. Saya ingin sembuh kak, nanti saya ingin menjadi penghafal Al-Quran agar dapat membahagiakan mamah dan bapa”(ujar Witarsih menahan air mata)

 

Proses kesembuhan Witarsih masih sangat panjang. Dalam tahap pasca operasi ini Witarsih juga harus rutin kontrol setiap bulannya untuk melihat perkembangan menuju operasi selanjutnya . Pak Engkus dan Ibu Hadsih ini masih membutuhkan lebih banyak uluran tangan untuk memenuhi target biaya pengobatan Anak tercintanya yang masih panjang.

 

Sahabat, siapa yang tidak meringis dan seakan turut merasakan sakit melihat kondisi Gadis Kecil bercita-cita mulia yang hidup dengan memprihatinkan ini? 

 

Yuk, berdonasi demi kesembuhan adik ini dan berikan masa depan lebih cerah untuk Witarsih dengan berdonasi dengan cara:

  1. Klik Tombol "Infak Sekarang"

  2. Masukkan Nominal Infak Sahabat

  3. Masukkan Data yang Diminta oleh Sistem

  4. Lakukan Transfer ke Rekening Bank yang Sahabat Pilih

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook. InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sabahat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.



Belum ada update
Belum ada donasi
Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini