Dulu Pak Salim (52), warga Kampung Rawajati, Kec.
Kosambi, Kab. Tangerang, bekerja keras sebagai buruh dan ojek untuk menghidupi
keluarganya. Tapi kini, dari perut hingga kaki tak lagi bisa ia rasakan. Semua
berawal dari saraf kejepit yang menyerang, lalu perutnya membesar, dan perlahan
tubuhnya lumpuh.
Setelah pulang dari
rumah sakit, kondisinya memburuk. Ia hanya bisa terbaring, mengigau di malam
hari, tak mampu bangkit. Stroke, saraf kejepit, dan luka cubitus parah membuat
hidupnya bergantung pada perawat dan kateter setiap hari.
Istri beliau, Bu
Ersih, terus mendampingi dengan sabar sejak April 2025. Mereka tinggal bersama
dua anak perempuannya yang sudah menikah.
Ambulans dari balai
desa kadang membantu ke rumah sakit, tapi kebutuhan harian, perawatan luka, dan
biaya medis lainnya tak berhenti datang.
Pak Salim tak
meminta apa-apa, hanya ingin kembali sehat dan bisa melihat anak-anaknya tumbuh
besar.
Mari ulurkan tanganmu. Donasi sekecil apapun akan sangat berarti untuk pengobatan, perawatan harian, dan kebutuhan hidup Pak Salim dan keluarga.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…
Almarhum sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Sari Asih Karawaci di ruang ICU selama dua malam, berjuang dengan kondisi tensi darah rendah serta HB yang terus menurun. Meski telah melalui masa pemulihan, kesehatan beliau kembali drop hingga akhirnya Allah memanggilnya pulang.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan menghadapi ujian ini.
Mari kita doakan bersama, agar almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat mulia di surga-Nya.

Rp. 570.000

dari target Rp 50.000.000
Dulu Pak Salim (52), warga Kampung Rawajati, Kec.
Kosambi, Kab. Tangerang, bekerja keras sebagai buruh dan ojek untuk menghidupi
keluarganya. Tapi kini, dari perut hingga kaki tak lagi bisa ia rasakan. Semua
berawal dari saraf kejepit yang menyerang, lalu perutnya membesar, dan perlahan
tubuhnya lumpuh.
Setelah pulang dari
rumah sakit, kondisinya memburuk. Ia hanya bisa terbaring, mengigau di malam
hari, tak mampu bangkit. Stroke, saraf kejepit, dan luka cubitus parah membuat
hidupnya bergantung pada perawat dan kateter setiap hari.
Istri beliau, Bu
Ersih, terus mendampingi dengan sabar sejak April 2025. Mereka tinggal bersama
dua anak perempuannya yang sudah menikah.
Ambulans dari balai
desa kadang membantu ke rumah sakit, tapi kebutuhan harian, perawatan luka, dan
biaya medis lainnya tak berhenti datang.
Pak Salim tak
meminta apa-apa, hanya ingin kembali sehat dan bisa melihat anak-anaknya tumbuh
besar.
Mari ulurkan tanganmu. Donasi sekecil apapun akan sangat berarti untuk pengobatan, perawatan harian, dan kebutuhan hidup Pak Salim dan keluarga.
Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 570.000

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…
Almarhum sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Sari Asih Karawaci di ruang ICU selama dua malam, berjuang dengan kondisi tensi darah rendah serta HB yang terus menurun. Meski telah melalui masa pemulihan, kesehatan beliau kembali drop hingga akhirnya Allah memanggilnya pulang.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan menghadapi ujian ini.
Mari kita doakan bersama, agar almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat mulia di surga-Nya.

Rp. 570.000

Bagikan tautan ke media sosial