Bantu Lansia Rawat Cucu Difabel Seorang Diri

18 June 2026

Di Usia Senja, Nenek Repiah Mendaki Gunung Demi Sepiring Harapan

Di saat banyak orang seusianya menikmati masa tua bersama keluarga, Nenek Repiah justru harus menjalani hari-harinya dengan perjuangan yang tak ringan.

Usianya telah renta. Tenaganya tak lagi sekuat dulu. Namun keadaan memaksanya untuk tetap bekerja demi menyambung hidup dan merawat cucu tercinta yang berkebutuhan khusus.


Setiap pagi, ketika sebagian orang masih beristirahat, Nenek Repiah sudah bersiap melangkah menuju gunung. Dengan tubuh yang semakin menua, beliau mencari dan mengumpulkan kayu bakar yang nantinya akan dijual untuk mendapatkan sedikit uang.


Dari hasil itulah beliau membeli beras, sayur, dan kebutuhan sederhana untuk bertahan hidup.


Hari-hari yang dijalani tidaklah mudah.


Beliau harus membagi tenaga antara mencari nafkah dan merawat cucunya yang membutuhkan perhatian khusus. Sering kali kebutuhan hidup harus ditekan seminimal mungkin agar dapur tetap mengepul dan mereka bisa bertahan hingga hari berikutnya

Melalui halaman galang dana ini, ASAR Humanity mengajak untuk bersama-sama meringankan perjuangan yang selama ini beliau hadapi seorang diri dengan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan mendesak lainnya.


Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 0

dari target ∞ tidak terbatas

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 44
    hari lagi
Donasi
ASAR Humanity
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Bantu Lansia Rawat Cucu Difabel Seorang Diri

Sosial
Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp ∞ tidak terbatas
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 44
    hari lagi
Donasi
18 June 2026

Di Usia Senja, Nenek Repiah Mendaki Gunung Demi Sepiring Harapan

Di saat banyak orang seusianya menikmati masa tua bersama keluarga, Nenek Repiah justru harus menjalani hari-harinya dengan perjuangan yang tak ringan.

Usianya telah renta. Tenaganya tak lagi sekuat dulu. Namun keadaan memaksanya untuk tetap bekerja demi menyambung hidup dan merawat cucu tercinta yang berkebutuhan khusus.


Setiap pagi, ketika sebagian orang masih beristirahat, Nenek Repiah sudah bersiap melangkah menuju gunung. Dengan tubuh yang semakin menua, beliau mencari dan mengumpulkan kayu bakar yang nantinya akan dijual untuk mendapatkan sedikit uang.


Dari hasil itulah beliau membeli beras, sayur, dan kebutuhan sederhana untuk bertahan hidup.


Hari-hari yang dijalani tidaklah mudah.


Beliau harus membagi tenaga antara mencari nafkah dan merawat cucunya yang membutuhkan perhatian khusus. Sering kali kebutuhan hidup harus ditekan seminimal mungkin agar dapur tetap mengepul dan mereka bisa bertahan hingga hari berikutnya

Melalui halaman galang dana ini, ASAR Humanity mengajak untuk bersama-sama meringankan perjuangan yang selama ini beliau hadapi seorang diri dengan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan mendesak lainnya.



Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu: