Bantu Renal Sembuh Dari Kelainan Jantung Yang Menyiksanya

05 August 2022

Renal Oktariyan anak Ibu Sucinah dan Pak Ahmad, terlahir secara normal dan terlihat normal layaknya bayi pada umumnya.Tangisnya yang tak mengeluarkan suara tidak membuat curiga kedua orang tuanya bahwa ada kelainan pada Renal. Barulah saat melakukan imunisasi di bulan kedua orang tuanya kaget saat mendapati berat badanya turun dari 3,4 kg saat lahir, menjadi 3,2 kg.

Orang tua Renal membawanya ke Bidan setempat dan dirujuk ke RS Afdila Cilacap, dari sana Renal diberikan rujukan lagi ke RSUD Cilacap. Setelah didiagnosa oleh dokter, Renal dirujuk lagi ke RSUD Margono Banyumas, beberapa hari menjalani perawatan disana Renal dirujuk lagi Ke RS Sardjito Yogyakarta.

 

Barulah di RS Sardjito Renal mendapatkan penanganan untuk kasus kelainanya hingga perawatan jalan.Hasil pemeriksaan dokter dengan Rontgen menunjukan bahwa letak jantung berada diatas paru-paru dan fungsi katup jantung terbalik. hal ini yang menyebabkan Nafas Renal menjadi sesak, susah untuk menelan makanan. Hal ini yang membuat berat badanya cenderung turun dan tidak selaras dengan usianya yang kini sudah 8 bulan.

 

“Kalau nangis tak bersuara dan tubuh menjadi biru.

Nafas sesak dengan dada kembang kempis.

susah untuk menelan makanan bayi (bubur).

Akan berhenti gelisah jika tangisnya sudah bersuara.” tutur Ibu Suci

 

Saat ini di hidung Renal terpasang selang yang langsung ke lambung untuk memasukan makanan nya.Setiap hari Ibu Renal memberikan makanan berupa susu dan biskuit bayi yang dihancurkan melalui pipet suntik yang tersambung dengan selang. Ibunya sangat berhati-hati dan sabar saat memberikan makanan untuknya, sebab jika terlalu kencang atau terlalu banyak yang masuk, maka Renal akan muntah.

 

Susu yang diberikan untuk kebutuhan nutrisi Renal juga dirasakan berat oleh orang tuanya, sebab 1 kaleng 500 gram seharga 250 ribu untuk 2 pekan. Selang yang terpasang harus diganti setiap sepekan sekali, karena keluarga tidak memiliki biaya untuk bolak-balik ke Jogja untuk melakukan penggantian selang, orang tua baru ke Jogja setelah 2 - 1 bulan untuk melakukan penggantian selang yang terpasang.

 

Saat ini Renal telah menjalani 3 kali kontrol dan setelah kontrol ke 5 saat berat badanya sudah naik, akan dilakukan operasi pada jantung Renal.

 

Biaya perjalanan ke Rumah Sakit dan asupan gizi Renal cukup berta bagi kedua orang tuanya, apalagi Ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan.

 

#SahabatPeduli mari bantu pengobatan Adik Renal agar sembuh dari kelainan nya.


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 30.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 53
    hari lagi
Donasi
Donasi
Belum ada donasi

Bantu Renal Sembuh Dari Kelainan Jantung Yang Menyiksanya Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 30.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 53
    hari lagi
Donasi
05 August 2022

Renal Oktariyan anak Ibu Sucinah dan Pak Ahmad, terlahir secara normal dan terlihat normal layaknya bayi pada umumnya.Tangisnya yang tak mengeluarkan suara tidak membuat curiga kedua orang tuanya bahwa ada kelainan pada Renal. Barulah saat melakukan imunisasi di bulan kedua orang tuanya kaget saat mendapati berat badanya turun dari 3,4 kg saat lahir, menjadi 3,2 kg.

Orang tua Renal membawanya ke Bidan setempat dan dirujuk ke RS Afdila Cilacap, dari sana Renal diberikan rujukan lagi ke RSUD Cilacap. Setelah didiagnosa oleh dokter, Renal dirujuk lagi ke RSUD Margono Banyumas, beberapa hari menjalani perawatan disana Renal dirujuk lagi Ke RS Sardjito Yogyakarta.

 

Barulah di RS Sardjito Renal mendapatkan penanganan untuk kasus kelainanya hingga perawatan jalan.Hasil pemeriksaan dokter dengan Rontgen menunjukan bahwa letak jantung berada diatas paru-paru dan fungsi katup jantung terbalik. hal ini yang menyebabkan Nafas Renal menjadi sesak, susah untuk menelan makanan. Hal ini yang membuat berat badanya cenderung turun dan tidak selaras dengan usianya yang kini sudah 8 bulan.

 

“Kalau nangis tak bersuara dan tubuh menjadi biru.

Nafas sesak dengan dada kembang kempis.

susah untuk menelan makanan bayi (bubur).

Akan berhenti gelisah jika tangisnya sudah bersuara.” tutur Ibu Suci

 

Saat ini di hidung Renal terpasang selang yang langsung ke lambung untuk memasukan makanan nya.Setiap hari Ibu Renal memberikan makanan berupa susu dan biskuit bayi yang dihancurkan melalui pipet suntik yang tersambung dengan selang. Ibunya sangat berhati-hati dan sabar saat memberikan makanan untuknya, sebab jika terlalu kencang atau terlalu banyak yang masuk, maka Renal akan muntah.

 

Susu yang diberikan untuk kebutuhan nutrisi Renal juga dirasakan berat oleh orang tuanya, sebab 1 kaleng 500 gram seharga 250 ribu untuk 2 pekan. Selang yang terpasang harus diganti setiap sepekan sekali, karena keluarga tidak memiliki biaya untuk bolak-balik ke Jogja untuk melakukan penggantian selang, orang tua baru ke Jogja setelah 2 - 1 bulan untuk melakukan penggantian selang yang terpasang.

 

Saat ini Renal telah menjalani 3 kali kontrol dan setelah kontrol ke 5 saat berat badanya sudah naik, akan dilakukan operasi pada jantung Renal.

 

Biaya perjalanan ke Rumah Sakit dan asupan gizi Renal cukup berta bagi kedua orang tuanya, apalagi Ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan.

 

#SahabatPeduli mari bantu pengobatan Adik Renal agar sembuh dari kelainan nya.



Belum ada update
Belum ada donasi
Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa