Saya hanyalah seorang ayah yang merasa tidak berguna. Punya istri dan tiga putri, namun tidak mampu menjadi kepala keluarga yang baik. Karena saya hanya pengangguran yang tidak punya apa-apa lagi.
Dulunya saya punya usaha advertising. Namun karena pandemi Covid-19, usaha saya gulung tikar. Rumah, kendaraan, serta harta habis tak tersisa. Bertahun-tahun kami mencoba bertahan menghadapi kerasnya hidup, tanpa memikirkan cara-cara yang dilarang Allah SWT.
Dalam situasi sulit, justru tidak ada teman atau sahabat yang mau membantu. Seolah tidak mengenal. Bahkan nomor hape saya diblokir.
Namun saya harus tetap berusaha dengan cara yang benar. Menjadi imam bagi keluarga kecil saya. Menjadi kebanggaan bagi istri dan anak-anak saya.
Dengan dukungan dari istri dan anak-anak saya, akhirnya saya terus berusaha menjadi yang terbaik buat mereka. Sholat lebih khusyuk, berdoa sampai menangis menjadi-jadi, dan berusaha menjadi kebanggaan.
Kemudian saya mencoba untuk membangun usaha. Saya berusaha menekuni usaha sparepart. Tapi apa daya, kami tidak punya modal sama sekali. Berusaha mengajukan pinjaman modal ke bank, tapi ditolak karena gara-gara pinjaman online saya terkena BI Checking. Selain itu saya juga tidak punya jaminan.
Saya menjadi driver ojek online, tapi kebutuhan keluarga tidak bisa terpenuhi. Kontrakan nunggak, uang sekolah anak nunggak, uang ngaji anak nunggak, makan jarang.
Saya hanya memikirkan istri dan anak-anak saya. Mungkin saya tidak pandai bercerita. Namun saya menulis pengalaman ini dengan tulus. Pada kesempatan ini, saya berharap dukungan modal dan bantuan dari para sahabat AyoBisa.com.
Semoga ada yang ikhlas memberikan bantuan kepada kami. Sehingga kami bisa bangkit dari keterpurukan. Saya hanya manusia biasa yang punya banyak kesalahan. Namun sebagai kepala keluarga, saya akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga saya.
Mohon bantuannya.
Saya hanyalah seorang ayah yang merasa tidak berguna. Punya istri dan tiga putri, namun tidak mampu menjadi kepala keluarga yang baik. Karena saya hanya pengangguran yang tidak punya apa-apa lagi.
Dulunya saya punya usaha advertising. Namun karena pandemi Covid-19, usaha saya gulung tikar. Rumah, kendaraan, serta harta habis tak tersisa. Bertahun-tahun kami mencoba bertahan menghadapi kerasnya hidup, tanpa memikirkan cara-cara yang dilarang Allah SWT.
Dalam situasi sulit, justru tidak ada teman atau sahabat yang mau membantu. Seolah tidak mengenal. Bahkan nomor hape saya diblokir.
Namun saya harus tetap berusaha dengan cara yang benar. Menjadi imam bagi keluarga kecil saya. Menjadi kebanggaan bagi istri dan anak-anak saya.
Dengan dukungan dari istri dan anak-anak saya, akhirnya saya terus berusaha menjadi yang terbaik buat mereka. Sholat lebih khusyuk, berdoa sampai menangis menjadi-jadi, dan berusaha menjadi kebanggaan.
Kemudian saya mencoba untuk membangun usaha. Saya berusaha menekuni usaha sparepart. Tapi apa daya, kami tidak punya modal sama sekali. Berusaha mengajukan pinjaman modal ke bank, tapi ditolak karena gara-gara pinjaman online saya terkena BI Checking. Selain itu saya juga tidak punya jaminan.
Saya menjadi driver ojek online, tapi kebutuhan keluarga tidak bisa terpenuhi. Kontrakan nunggak, uang sekolah anak nunggak, uang ngaji anak nunggak, makan jarang.
Saya hanya memikirkan istri dan anak-anak saya. Mungkin saya tidak pandai bercerita. Namun saya menulis pengalaman ini dengan tulus. Pada kesempatan ini, saya berharap dukungan modal dan bantuan dari para sahabat AyoBisa.com.
Semoga ada yang ikhlas memberikan bantuan kepada kami. Sehingga kami bisa bangkit dari keterpurukan. Saya hanya manusia biasa yang punya banyak kesalahan. Namun sebagai kepala keluarga, saya akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga saya.
Mohon bantuannya.
Bagikan tautan ke media sosial