Ardiansyah, Bayi Satu Tahun Anak Buruh Jahit Kulit Harus Hidup Tanpa Anus

24 August 2021

 

Bayi aktif dan ganteng ini namanya Ardiansyah, kini ia berusia 1 tahun lebih 1 bulan. Satu tahun lalau ia dilahirkan dengan normal disalah satu bidan di Garut. Orang tua Ardi tidak mengetahui bahwa anaknya mengalami kelainan organ tubuh, begitupun bidan yang menangani ardi lahir tidak melihat ada kelainan.

Ketika berusia satu minggu ardiansyah mengalami kembung diperutnya, lalu diperiksa ke bidan dan bidan hanya mengatakan kembung biasa. Seteah diperiksa ardiansayah bukan membaik tapi malah muntah kotoran, orang tua ardipun diakarenakan panik memeriksakan ke Rumah sakit untuk penanganan. Dokterpun mendiagnosa bahwa Ardiansyah hidup tanpa anus sehingga harus dioperasi dengan membuatkan lubang diperut sisi kirinya. Alhamdulillah kini ardiansyah bisa BAB meskipun harus mengeluarkan kotoran melalui lubang buatan.

Operasi pertama dilakukan di RS di bandung setelah mendapatkan rujukan dari dokter di RS di Garut dengan biaya seadanya,meminjam sana-sini. Operasi saat itu berjalan dengan lancar, tapi ada insiden kalau selang infus yang dipakai tertinggal dikaki kirinya sampai sekarang, orang tua ardiansyah mengatakan antara keteledoran pihak RS atau Ardi yang terlalu aktif ketika proses pengobatan.

Orangtua ardianysah yaitu pak komar hanya berprofesi sebagai tukang jahit bahan kulit yang penghasilannya tidak bisa diprediksi apalagi dimasa pandemi seperti ini. Orderan semakin sepi, sedangkan  kebutuhan sehari-hari harus tetap ada, ditambah harus membiayai anaknya ardiansyah yang hidup tanpa anus.

Akhirnya, kini ardiansyah hidup masih tanpa anus karena belum ada uang untuk melakukan. operasi.Setiap pekannya pak komar harus membeli lem ke RS di Bandung untuk menutupi bagian ususnya yang sering keluar kalau ia sakit panas. Ketika sakit panas ardiansyah mengelurkan seluruh ususnya melalui lubang tersebut dan memenuhi kantong keresek. Saat panas sudah reda usus yang keluar masuk dengan sendiri kedalam perutnya. Selain itu Ardiansyah juga harus tetap terpasang kantung plastik untuk menampung kotoran yang keluar,ukurannya seperti infus yang harus terpasang setiap saat.

Ardiansyah nampak ceria, seperti tidak merasa ada yang sakit dengan tubuhnya.

Jangan sampai keceriaan ini berubah dengan tangisan ardiansyah yang terus bertahan hiup tanpa anus.

Mari Bantu berikan biaya untuk operasi anus Ardiansyah agar bisa normal seperti anak yang lainnya.

 

Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 28.407.000

Assalamulaikum 

Salam Sejahtera untuk Kita semua

 

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan

Izinkan kami mengabarkan perkembangan implementasi pengobatan Ardi bayi yang lahir tanpa lubang anus.

 

Izinkan kami mengabarkan perkembangan implementasi pengobatan Ardi bayi yang lahir tanpa lubang anus.

Alhamdulillah pada rabu, 13 April kemarin, Ardy telah menjalani kontrol pengobatan di RSHS Bandung. ditemani sang ibunda & juga nenek tercinta, Ardy nampak tenang ketika berobat.

 

Hasil pemeriksaan bulan April ini, bahwa Ardi masih belum bisa menjalani operasi karena berat badannya msih belum memenuhi. 

Ibunda Ardy juga mengeluhkan bahwa usus ardi sempat keluar beberapa pekan yang lalu, namun dokter mengatakan bahwa itu adalah hal wajar selama masih bisa BAB. 

Mari terus doakan untuk kesembuhan Ardi, semuga Ardi bisa seecpatnya di Operasi dan bisa memiliki lubang anus. Aaaamiin

 

Tim ACT Kabupaten Garut kembali melaksanakan pendampingan sekaligus Implementasi bantuan MSR Medis atas nama Ardiansyah  yang mengalami penyakit langka yaitu Tidak Memiliki Lubang Anus sejak Lahir.

Sudah beberapa hari ini , semenjak tanggal 25 Januari 2022- hari ini, Ardiansyah mengalami muntah-muntah dan batuk sehingga mendapat rujukan kembali untuk di Rawat Inap di RS  Annisa Queen Garut

Hasil pengecekan ternyata dek Ardiansyah mempunyai penyakit paru-paru yg penanganannya cukup serius, meningat usianya masih balita (1,5 Tahun). Selain itu Berat Badan Ardiansyah turun drastis menjadi 7,5 Kg setelah sebelumnya 9 Kg. Jadi Sampai saat ini Ardiansayah masih belum bisa di Operasi karena BBnya masih di bawah 10 Kg.

Maka dari itu sudah beberapa hari ini dek Ardiansyah diberikan obat  & suntikan dari dokter agar penyakit nya segera bisa tertangani dan Semoga bisa berangsur pulih. Aamiin.

Demikian laporan implementasi yang dilakukan oleh Tim ACT Garut

 

Penyaluran Untuk Ardiansyah bayi yang lahir tanpa lubang anus telah dilakukan oleh tim ACT Garut, sejak bulan November 2021 lalu, Bantuan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien. Adapun bantuan yang telah diberikan berupa 

  1. Paket Gizi untuk Ardi
  2. Biaya pengobatan di RS Annisa Queen Garut
  3. Biaya Pengoabatan & Operasional di RSHS Bandung
  4. insentif relawan pendamping

Saat ini Ardiansyah masih belum bisa dioperasi karena hasil pemeriksaan dokter, berat badannya belum mencukupi batas minimal untuk bisa di operasi yaitu 10 Kg, saat ini Ardi BB nya adalah 9 Kg.

Kami Informasikan juga, bahwa Ardi, sering dirawat di RS Annisa Queen Garut karena Panas & muntah yang terus terjadi.

Mohon doanya dari bapak/ibu untuk kesembuhan Ardiansyah.

terima kasih!

Pencairan Donasi

Rp. 28.407.000

Bank Account: 716****027
Bank Account Name: Aksi Cepat Tanggap

Indodax 8 bulan yang lalu
Pesan : Semoga membantu. 14/Sept.

Dana terkumpul

Rp 25.000.000

dari target Rp 25.000.000

 
  • 1
    Donasi
  • 1
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Campaign telah berakhir/selesai
Donasi
Rp 25.000.000
Oleh Indodax 8 bulan yang lalu

Ardiansyah, Bayi Satu Tahun Anak Buruh Jahit Kulit Harus Hidup Tanpa Anus Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 25.000.000

 
Target: Rp Rp 25.000.000
  • 1
    Donasi
  • 1
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Selesai
Campaign telah berakhir/selesai
24 August 2021

 

Bayi aktif dan ganteng ini namanya Ardiansyah, kini ia berusia 1 tahun lebih 1 bulan. Satu tahun lalau ia dilahirkan dengan normal disalah satu bidan di Garut. Orang tua Ardi tidak mengetahui bahwa anaknya mengalami kelainan organ tubuh, begitupun bidan yang menangani ardi lahir tidak melihat ada kelainan.

Ketika berusia satu minggu ardiansyah mengalami kembung diperutnya, lalu diperiksa ke bidan dan bidan hanya mengatakan kembung biasa. Seteah diperiksa ardiansayah bukan membaik tapi malah muntah kotoran, orang tua ardipun diakarenakan panik memeriksakan ke Rumah sakit untuk penanganan. Dokterpun mendiagnosa bahwa Ardiansyah hidup tanpa anus sehingga harus dioperasi dengan membuatkan lubang diperut sisi kirinya. Alhamdulillah kini ardiansyah bisa BAB meskipun harus mengeluarkan kotoran melalui lubang buatan.

Operasi pertama dilakukan di RS di bandung setelah mendapatkan rujukan dari dokter di RS di Garut dengan biaya seadanya,meminjam sana-sini. Operasi saat itu berjalan dengan lancar, tapi ada insiden kalau selang infus yang dipakai tertinggal dikaki kirinya sampai sekarang, orang tua ardiansyah mengatakan antara keteledoran pihak RS atau Ardi yang terlalu aktif ketika proses pengobatan.

Orangtua ardianysah yaitu pak komar hanya berprofesi sebagai tukang jahit bahan kulit yang penghasilannya tidak bisa diprediksi apalagi dimasa pandemi seperti ini. Orderan semakin sepi, sedangkan  kebutuhan sehari-hari harus tetap ada, ditambah harus membiayai anaknya ardiansyah yang hidup tanpa anus.

Akhirnya, kini ardiansyah hidup masih tanpa anus karena belum ada uang untuk melakukan. operasi.Setiap pekannya pak komar harus membeli lem ke RS di Bandung untuk menutupi bagian ususnya yang sering keluar kalau ia sakit panas. Ketika sakit panas ardiansyah mengelurkan seluruh ususnya melalui lubang tersebut dan memenuhi kantong keresek. Saat panas sudah reda usus yang keluar masuk dengan sendiri kedalam perutnya. Selain itu Ardiansyah juga harus tetap terpasang kantung plastik untuk menampung kotoran yang keluar,ukurannya seperti infus yang harus terpasang setiap saat.

Ardiansyah nampak ceria, seperti tidak merasa ada yang sakit dengan tubuhnya.

Jangan sampai keceriaan ini berubah dengan tangisan ardiansyah yang terus bertahan hiup tanpa anus.

Mari Bantu berikan biaya untuk operasi anus Ardiansyah agar bisa normal seperti anak yang lainnya.

 


Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 28.407.000


Assalamulaikum 

Salam Sejahtera untuk Kita semua

 

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan

Izinkan kami mengabarkan perkembangan implementasi pengobatan Ardi bayi yang lahir tanpa lubang anus.

 

Izinkan kami mengabarkan perkembangan implementasi pengobatan Ardi bayi yang lahir tanpa lubang anus.

Alhamdulillah pada rabu, 13 April kemarin, Ardy telah menjalani kontrol pengobatan di RSHS Bandung. ditemani sang ibunda & juga nenek tercinta, Ardy nampak tenang ketika berobat.

 

Hasil pemeriksaan bulan April ini, bahwa Ardi masih belum bisa menjalani operasi karena berat badannya msih belum memenuhi. 

Ibunda Ardy juga mengeluhkan bahwa usus ardi sempat keluar beberapa pekan yang lalu, namun dokter mengatakan bahwa itu adalah hal wajar selama masih bisa BAB. 

Mari terus doakan untuk kesembuhan Ardi, semuga Ardi bisa seecpatnya di Operasi dan bisa memiliki lubang anus. Aaaamiin

 

Tim ACT Kabupaten Garut kembali melaksanakan pendampingan sekaligus Implementasi bantuan MSR Medis atas nama Ardiansyah  yang mengalami penyakit langka yaitu Tidak Memiliki Lubang Anus sejak Lahir.

Sudah beberapa hari ini , semenjak tanggal 25 Januari 2022- hari ini, Ardiansyah mengalami muntah-muntah dan batuk sehingga mendapat rujukan kembali untuk di Rawat Inap di RS  Annisa Queen Garut

Hasil pengecekan ternyata dek Ardiansyah mempunyai penyakit paru-paru yg penanganannya cukup serius, meningat usianya masih balita (1,5 Tahun). Selain itu Berat Badan Ardiansyah turun drastis menjadi 7,5 Kg setelah sebelumnya 9 Kg. Jadi Sampai saat ini Ardiansayah masih belum bisa di Operasi karena BBnya masih di bawah 10 Kg.

Maka dari itu sudah beberapa hari ini dek Ardiansyah diberikan obat  & suntikan dari dokter agar penyakit nya segera bisa tertangani dan Semoga bisa berangsur pulih. Aamiin.

Demikian laporan implementasi yang dilakukan oleh Tim ACT Garut

 

Penyaluran Untuk Ardiansyah bayi yang lahir tanpa lubang anus telah dilakukan oleh tim ACT Garut, sejak bulan November 2021 lalu, Bantuan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien. Adapun bantuan yang telah diberikan berupa 

  1. Paket Gizi untuk Ardi
  2. Biaya pengobatan di RS Annisa Queen Garut
  3. Biaya Pengoabatan & Operasional di RSHS Bandung
  4. insentif relawan pendamping

Saat ini Ardiansyah masih belum bisa dioperasi karena hasil pemeriksaan dokter, berat badannya belum mencukupi batas minimal untuk bisa di operasi yaitu 10 Kg, saat ini Ardi BB nya adalah 9 Kg.

Kami Informasikan juga, bahwa Ardi, sering dirawat di RS Annisa Queen Garut karena Panas & muntah yang terus terjadi.

Mohon doanya dari bapak/ibu untuk kesembuhan Ardiansyah.

terima kasih!

Pencairan Donasi

Rp. 28.407.000

Bank Account: 716****027
Bank Account Name: Aksi Cepat Tanggap

Indodax
Rp 25.000.000 8 bulan yang lalu

Harapan #TemanPeduli
Indodax 8 bulan yang lalu
Pesan : Semoga membantu. 14/Sept.