Alat Peraga dan Media Belajar Anak Berkebutuhan Khusus rusak akibat banjir. Mari bantu Sekolah Kebutuhan Khusus Di Labuan-Banten

17 January 2022

Di Indonesia, masyarakat umum lebih mengenal istilah disabilitas dibandingkan dengan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 8 Tahun 2016, disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensoris dalam jangka waktu lama dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak. Hak yang dimaksudkan dalam Undang-Undang salah satunya adalah hak pendidikan.

Setiap anak sangat berharga dan mempunyai kemampuan untuk belajar, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Oleh karena itu, seperti yang disebutkan dalam Undang-Undang, ABK juga mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Tujuan dari pendidikan ABK adalah untuk memastikan bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri mereka dengan optimal, untuk melatih kreativitas mereka, dan untuk mendukung mereka agar tetap optimis dalam menjalani hidup. Selain itu, pendidikan ABK juga bertujuan untuk memfasilitasi mereka dengan sejumlah kemampuan agar mereka lebih percaya diri, sehingga mereka dapat turut berinteraksi dengan kehidupan bermasyarakat.

            Mungkin kita masih ingat tragedi tsunami yang terjadi diwilayah Banten pada tahun 2019 silam. Banyaknya korban yang meninggal dunia pada saat itu. Dan banyak pula rumah-rumah para penduduk yang hancur disebabkan gelombang Tsunami. Tak berselang lama, penduduk diLabuan-Banten diterpa bencana Banjir yang disebabkan dari arus Air laut yang tertahan karna rumah, Kapal-kapal nelayan dan pepohonan yang terbawa Tsunami kedaratan, Inilah kejadian yang tak akan terlupakan oleh warga Labuan-Banten khususnya Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) BAHARI.

Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) BAHARI LABUAN-BANTEN, adalah salah satu sekolah yang tertimpa banjir pada saat itu. Karna jaraknya tidak sampai 1 Km dari Laut, Hampir 80% fasilitas dan sarana sekolah rusak akibat diterjang banjir, sebelumnya sekolah ini memililki fasilitas yang cukup untuk mengajar para Anak-anak Berkebutuhan Khusus di daerah Labuan-banten, dulu mereka memiliki alat-alat peraga seperti : mesin jahit, alat penenun Kain,Peralatan salon hingga media permainan anak-anak seperti ayunan dan sejenisnya, seluruh alat peraga ini sudah rusak dan tak bisa digunakan Kembali, yang mana alat peraga ini sangat dibutuhkan untuk mengembangkan minat dan bakat para Anak-anak Berkebutuhan Khusus yang ada disekolah SKH BAHARI.

Sebanyak 49 Siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah ini, hanya bisa memanfaatkan alat peraga seadanya. Mari kita bantu untuk mewujudkan keinginan mereka dan bisa ikut serta untuk mengembangkan Minat dan Bakat para Anak-anak Berkebutuhan Khusus dengan berdonasi melalui GENERASI NUSANTARA GEMILANG, Sedekah Istimiewa untuk Anak istimewa 

 

Oleh karena itu, Yayasan Generasi Nusantara Gemilang melalui salah satu program pendidikannya berharap dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak pendidikannya sehingga mereka bisa belajar dan mengembangkan potensi diri dengan optimal.


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 99.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Campaign telah berakhir/selesai
Donasi
Belum ada donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Alat Peraga dan Media Belajar Anak Berkebutuhan Khusus rusak akibat banjir. Mari bantu Sekolah Kebutuhan Khusus Di Labuan-Banten Bencana

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 99.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Selesai
Campaign telah berakhir/selesai
17 January 2022

Di Indonesia, masyarakat umum lebih mengenal istilah disabilitas dibandingkan dengan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 8 Tahun 2016, disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensoris dalam jangka waktu lama dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak. Hak yang dimaksudkan dalam Undang-Undang salah satunya adalah hak pendidikan.

Setiap anak sangat berharga dan mempunyai kemampuan untuk belajar, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Oleh karena itu, seperti yang disebutkan dalam Undang-Undang, ABK juga mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Tujuan dari pendidikan ABK adalah untuk memastikan bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri mereka dengan optimal, untuk melatih kreativitas mereka, dan untuk mendukung mereka agar tetap optimis dalam menjalani hidup. Selain itu, pendidikan ABK juga bertujuan untuk memfasilitasi mereka dengan sejumlah kemampuan agar mereka lebih percaya diri, sehingga mereka dapat turut berinteraksi dengan kehidupan bermasyarakat.

            Mungkin kita masih ingat tragedi tsunami yang terjadi diwilayah Banten pada tahun 2019 silam. Banyaknya korban yang meninggal dunia pada saat itu. Dan banyak pula rumah-rumah para penduduk yang hancur disebabkan gelombang Tsunami. Tak berselang lama, penduduk diLabuan-Banten diterpa bencana Banjir yang disebabkan dari arus Air laut yang tertahan karna rumah, Kapal-kapal nelayan dan pepohonan yang terbawa Tsunami kedaratan, Inilah kejadian yang tak akan terlupakan oleh warga Labuan-Banten khususnya Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) BAHARI.

Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) BAHARI LABUAN-BANTEN, adalah salah satu sekolah yang tertimpa banjir pada saat itu. Karna jaraknya tidak sampai 1 Km dari Laut, Hampir 80% fasilitas dan sarana sekolah rusak akibat diterjang banjir, sebelumnya sekolah ini memililki fasilitas yang cukup untuk mengajar para Anak-anak Berkebutuhan Khusus di daerah Labuan-banten, dulu mereka memiliki alat-alat peraga seperti : mesin jahit, alat penenun Kain,Peralatan salon hingga media permainan anak-anak seperti ayunan dan sejenisnya, seluruh alat peraga ini sudah rusak dan tak bisa digunakan Kembali, yang mana alat peraga ini sangat dibutuhkan untuk mengembangkan minat dan bakat para Anak-anak Berkebutuhan Khusus yang ada disekolah SKH BAHARI.

Sebanyak 49 Siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah ini, hanya bisa memanfaatkan alat peraga seadanya. Mari kita bantu untuk mewujudkan keinginan mereka dan bisa ikut serta untuk mengembangkan Minat dan Bakat para Anak-anak Berkebutuhan Khusus dengan berdonasi melalui GENERASI NUSANTARA GEMILANG, Sedekah Istimiewa untuk Anak istimewa 

 

Oleh karena itu, Yayasan Generasi Nusantara Gemilang melalui salah satu program pendidikannya berharap dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak pendidikannya sehingga mereka bisa belajar dan mengembangkan potensi diri dengan optimal.



Belum ada update
Belum ada donasi
Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser (Supporter)
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini