Alami Kelainan Jantung, Hidup Tristan Terancam

15 July 2022

Hidupnya bergantung pada ventilator dan Dokter menyampaikan bahwa kemungkinan hidup Tristan tinggal 20 %.

Tristan Amar syaputra (1 tahun) menderita kelainan jantung sedari lahir. Bayi yang dinanti-nantikan kelahirannya terlahir dengan kondisi wajah kebiru-biruan dan napasnya nampak sesak. Kebahagian yang mulanya dirasakan orang tua Tristan seketika hilang karena kondisi anaknya yang terlahir dengan kondisi yang tidak baik-baik saja.

Setelah 2 hari, Tristan mengalami kritis karena oksigen yang diberikan pada Tristan tidak dapat diterima dengan baik oleh tubuhnya. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan radiology (thorax) untuk memastikan penyebabnya, dan saat itu dokter menyampaikan bahwa Tristan suspect pneumonia.     

Hingga beberapa hari Tristan dirawat belum juga membaik, bahkan kondisi Tristan semakin memburuk hingga saturasinya turun drastis dibawah 70. Kemudian Tristan Kembali menjalani pemeriksaan dan di diagnose mengalami kelainan jantung. Karena keterbasan alat di RS. Sardjito akhirnya Tristan di rujuk ke RSCM Jakarta.

Terluka sekali hati orang tua Tristan saat tau bahwa anak bungsunya ini harus menjalani operasi pada jantungnya. Walau Tristan terlahir dalam keadaan yang tidak sehat seperti bayi-bayi lainnya namun ibu Tristan tidak pernah merasa menyesal melahirkan Tristan. Mereka akan terus menemani Tristan berjuang sembuh dari segala kesakitannya. Segala usaha dan doa tanpa henti selalu mereka panjatkan demi kesembuhan sang buah hati.

Berangkat dari Yogyakarta ke Jakarta dengan biaya dan bekal seadanya juga membuat orang tua Tristan amat bingung. Bekal yang dibawa kini semakin menipis bahkan untuk makan saja susah. Sementara banyak sekali kebutuhan Tristan dan orang tuanya selama masa pengobatan di Jakarta yang tidak ditanggung BPJS seperti :

1.       Susu khusus dan pampers

2.       Alat-alat kesehatan

3.       Obat-obat tidak di cover BPJS

4.       Biaya kebutuhan sehari-hari

Ayah Tristan bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu per bulannya. Bahkan terkadang tidak dapat penghasilan karna memang tidak ada panggilan untuk jasa kuli bangunan. Sedangkan ibu Tristan hanyalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Sedangkan saat ini mereka ikut serta menemani perjuangan Tristan di Jakarta dan tidak bekerja sehingga tidak ada penghasilan sama sekali. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Tristan rasanya sangat berat.

Melalui campaign ini, orang tua Tristan berharap ada banyak orang yang peduli pada Tristan sehingga pengobatannya bisa terus berjalan dan kebutuhan-kebutuhan Tristan terpenuhi. Mereka juga berharap semoga Tristan segera sembuh dan tumbuh kembangnya bisa seperti anak-anak lainnya. Yuk bantu Tristan dengan cara Klik DONASI.


Belum ada update
Belum ada harapan/doa
Dana terkumpul

Rp 100.000

dari target Rp 50.000.000

 
  • 1
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 67
    hari lagi
Donasi
Donasi
Rp 100.000
Oleh baik 2 minggu yang lalu
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung Sekarang
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini

Alami Kelainan Jantung, Hidup Tristan Terancam Kesehatan

Dana terkumpul

Rp 100.000

 
Target: Rp Rp 50.000.000
  • 1
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 67
    hari lagi
Donasi
15 July 2022

Hidupnya bergantung pada ventilator dan Dokter menyampaikan bahwa kemungkinan hidup Tristan tinggal 20 %.

Tristan Amar syaputra (1 tahun) menderita kelainan jantung sedari lahir. Bayi yang dinanti-nantikan kelahirannya terlahir dengan kondisi wajah kebiru-biruan dan napasnya nampak sesak. Kebahagian yang mulanya dirasakan orang tua Tristan seketika hilang karena kondisi anaknya yang terlahir dengan kondisi yang tidak baik-baik saja.

Setelah 2 hari, Tristan mengalami kritis karena oksigen yang diberikan pada Tristan tidak dapat diterima dengan baik oleh tubuhnya. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan radiology (thorax) untuk memastikan penyebabnya, dan saat itu dokter menyampaikan bahwa Tristan suspect pneumonia.     

Hingga beberapa hari Tristan dirawat belum juga membaik, bahkan kondisi Tristan semakin memburuk hingga saturasinya turun drastis dibawah 70. Kemudian Tristan Kembali menjalani pemeriksaan dan di diagnose mengalami kelainan jantung. Karena keterbasan alat di RS. Sardjito akhirnya Tristan di rujuk ke RSCM Jakarta.

Terluka sekali hati orang tua Tristan saat tau bahwa anak bungsunya ini harus menjalani operasi pada jantungnya. Walau Tristan terlahir dalam keadaan yang tidak sehat seperti bayi-bayi lainnya namun ibu Tristan tidak pernah merasa menyesal melahirkan Tristan. Mereka akan terus menemani Tristan berjuang sembuh dari segala kesakitannya. Segala usaha dan doa tanpa henti selalu mereka panjatkan demi kesembuhan sang buah hati.

Berangkat dari Yogyakarta ke Jakarta dengan biaya dan bekal seadanya juga membuat orang tua Tristan amat bingung. Bekal yang dibawa kini semakin menipis bahkan untuk makan saja susah. Sementara banyak sekali kebutuhan Tristan dan orang tuanya selama masa pengobatan di Jakarta yang tidak ditanggung BPJS seperti :

1.       Susu khusus dan pampers

2.       Alat-alat kesehatan

3.       Obat-obat tidak di cover BPJS

4.       Biaya kebutuhan sehari-hari

Ayah Tristan bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu per bulannya. Bahkan terkadang tidak dapat penghasilan karna memang tidak ada panggilan untuk jasa kuli bangunan. Sedangkan ibu Tristan hanyalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Sedangkan saat ini mereka ikut serta menemani perjuangan Tristan di Jakarta dan tidak bekerja sehingga tidak ada penghasilan sama sekali. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Tristan rasanya sangat berat.

Melalui campaign ini, orang tua Tristan berharap ada banyak orang yang peduli pada Tristan sehingga pengobatannya bisa terus berjalan dan kebutuhan-kebutuhan Tristan terpenuhi. Mereka juga berharap semoga Tristan segera sembuh dan tumbuh kembangnya bisa seperti anak-anak lainnya. Yuk bantu Tristan dengan cara Klik DONASI.



Belum ada update
baik
Rp 100.000  •  2 minggu yang lalu

Harapan #TemanPeduli
Belum ada harapan/doa
Fundraiser
Jadi Fundraiser
Belum ada fundraiser(supporter) di campaign ini