Patungan Tempat Berteduh Untuk Tatan dan Pak Herman

Patungan Tempat Berteduh Untuk Tatan dan Pak Herman 1
Patungan Tempat Berteduh Untuk Tatan dan Pak Herman 1
Patungan Tempat Berteduh Untuk Tatan dan Pak Herman 1
Patungan Tempat Berteduh Untuk Tatan dan Pak Herman 1
Patungan Tempat Berteduh Untuk Tatan dan Pak Herman 1
Rp 140.000 terkumpul dari Rp 35.000.000
 
  • 4
    Donasi
  • 6
    Share
  • 35
    Hari lagi
3 donasi terbaru :
Rp 100.000
Pesan : Semoga bermanfaat buat bapak dana tatan
oleh Anonim 25 hari lalu
Rp 20.000
oleh Anonim 25 hari lalu
Rp 10.000
Pesan : Semoga Tatan jadi anak yang sukses ya. Maaf tidak seberapa. Aku berharap Tatan sama bapak hidup sehat dan berkecukupan. Aamiin..
oleh Dewi Shinta 26 hari lalu

Tatan sedang menahan lapar sambil merebahkan tubuhnya pada pangkuan Pak Herman saat bertemu di Wastukencana, Bandung. Tatan sekarang berusia 8 tahun dan hanya tinggal berdua dengan Pak Herman, karena Ibu Tatan sudah meninggal sejak Tatan masih usia 2 bulan akibat kecelakaan kereta api. Tatan dan Pak Herman tidak punya tempat tinggal, mereka biasanya tidur di pelataran trotoar dekat pabrik kimia menggunakan terpal sebagai atap dan kardus sebagai alas. Pak Herman jadi satu-satunya selimut yang menghangatkan Tatan saat hujan turun di Bandung.

Pak Herman yang berprofesi sebagai pemulung tidak bisa berbuat banyak untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi Tatan, "Yah mau gimana lagi a, dari dulu juga tinggal di jalanan. Apalagi sekarang lagi pandemi harga rongsok gak seberapa, ada buat makan sama jajan Tatan aja Alhamdulillah", Kata Pak Herman. Meskipun tinggal di jalan, tapi Tatan tetap sekolah dan sekarang duduk di kelas 1 MI tingkat SD, "Alhamdulillah ada yang bantun Tatan, jadi bisa lanjut sekolah lagi, tapi buat keperluan sekolah mah masih kurang, karena kan bapak juga lagi susah pencariannya sekarang", kata Pak Herman.

Ketika ditanya, "Tatan cita-citanya mau jadi apa?", Tatan bilang, "Mau jadi Polisi!". Kata Pak Herman, "Tatan anaknya pintar kalo belajar, meskipun gak pernah diajarin sama bapak, tapi matematika sama bacanya lancar". Pak Herman ingin Tatan bisa terus sekolah dengan layak sampai jadi polisi, tapi dengan kondisi sekarang Pak Herman tidak bisa berbuat banyak, untuk buku, seragam, dan alat tulis saja masih kekurangan. Kata Pak Herman, "kemarin Tatan ngomong ke bapak katanya harus beli buku di sekolah, tapi bapak belum ada uang, tapi Alhamdulillah ada orang baik yang ngasih rejeki buku buat Tatan di jalan".

Pak Herman bilang, "Bapak mah pengen usaha jualan kecil-kecilan dulu biar bisa sewa kontrakan, gak tega sama Tatan harus hidup di jalan". Penghasilan Pak Herman hanya kisaran Rp15.000/ hari yang hanya cukup untuk makan, dan tidak cukup untuk menyewa tempat tinggal. Ditambah lagi saat kondisi pandemi, Tatan tidak punya HP untuk bisa mengikuti proses belajar online.

Tatan dan Pak Herman akan sangat senang jika bisa tinggal di tempat yang nyaman tanpa harus khawatir diusir oleh pihak berwajib. Kita semua dipanggil untuk membantu Pak Herman memberikan pendidikan dan tempat tinggal yang layak untuk Tatan, supaya bisa menjadi polisi yang bijak saat besar nanti.

Belum ada update.

Penggalang Dana
Yayasan Pemuda Peduli
Kategori : Sosial
Dibuat : Hari Senin, tanggal 8 Februari 2021