Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bandung Butuh Bantuan

Rp 600.000 terkumpul dari Rp 300.000.000
 
  • 2
    Donasi
  • 5
    Share
  • 100
    Hari lagi
2 donasi terbaru :
Rp 100.000
Oleh Anonim 5 hari lalu
Rp 500.000
Oleh Anonim 5 hari lalu

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh” (Riwayat Muslim)

Pondok Pesantren Al-fath didirikan tahun 2016 oleh sosok luar biasa yang bernama Ustad Itang. Pesantren ini terletak di kaki pegunungan kareumbi masigit di Cicalengka, Kab. Bandung. Pendirian pesantren Al-Fath didasari atas keinginan Ustad Itang untuk menyediakan sekolah murah bahkan gratis untuk anak-anak di kampung cigadog, karena sebelum ada pesantren Al-Fath anak-anak cigadog harus berjalan 7-8 KM dengan berjalan kaki akibat tidak ada kendaraan umum dan tidak memiliki kendaraan pribadi. Atas kondisi tersebut, Ustadz Itang yang menjadi tokoh masyarakat di kampung cigadog mencoba untuk mendirikan sekolah PAUD dan MI Al-Fath sejak 2016. “Bapak bikin sekolah karena prihatin sama anak-anak di kampung, kalau mau sekolah jauh harus jalan kaki ke sindulang (kurang lebih 7-8KM).” kata Ustad Itang.

Mulai dari 2016 ustad Itang mendirikan sekolah PAUD untuk anak-anak di cigadog dan sampai sekarang sudah ada Madrasah Ibtidaiyah atau MI dengan 6 kelas. Ustad Itang juga mulai merintis Madrasah Aliyah setingkat SMA berbasis pondok pesantren untuk anak-anak usia remaja agar bisa bersekolah dengan murah dan layak. Kata Ustad Itang “Bapak mah pengen bikin pesantren buat anak-anak yang remaja, supaya gak perlu jauh dan mahal kalau ke kota”, melihat kondisi ekonomi warga yang kurang mampu Ustad Itang berkeinginan untuk menciptakan sekolah bagi warga tidak mampu bahkan gratis, “Rata-rata kan orang sini tuh kurang mampu, makanya bapak bikin sekolah untuk warga, gak perlu bayar kalau gak mampu yang penting anaknya sekolah” kata Ustad Itang, Ustad Itang hanya ingin anak-anak di Cigadog jangan sampai putus sekolah karena kekurangan biaya.

Namun impian tersebut harus tertunda, karena Ustad Itang tidak punya dana yang cukup untuk membangun ruang kelas dan asrama untuk anak-anak Cigadog, untuk membangun ruang kelas baru dan asrama, ustad Itang juga harus membeli tanah yang membutuhkan biaya 300 juta. Dengan 4 ruang kelas yang ada, anak-anak di cigadog harus bergantian masuk kelas, bahkan seringkali satu kelas dibagi dua agar tetap bisa belajar. “Keinginan mah nambah lagi ruang kelas biar cukup buat belajar sama kamar asrama, jadi anak-anak yang mondok gak tidur di atas meja kaya sekarang”. Selain ruang kelas, MI Al-Fath juga kekurangan tenaga pengajar, saat ini hanya ada tiga pengajar termasuk Ustad Itang untuk mengajar MI dan MA. “Pengajar juga kurang karena orang sini kebanyakan sekolahnya cuma sampai SD, makanya Bapak bikin sampe MA biar nanti kalau udah lulus, bisa lanjut kuliah bisa ngajar lagi di sini”.

Ustad Itang tidak pernah berhenti mengejar pintu rezeki untuk membangun sekolah bagi anak-anak cigadog, beliau selalu berjuang untuk merekahkan senyum anak-anak cigadog layaknya bunga musim semi. Kita semua bisa menjadi orang-orang baik yang membantu Ustad Itang untuk merekahkan senyum anak-anak cigadog dengan:

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran

Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membangun ruang kelas, pesantren, pembebasan tanah untuk bangunan, dan buku-buku pelajaran untuk anak-anak kampung digadog.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia” (HR. Ahmad)

Belum ada update.

Penggalang Dana
Yayasan Pemuda Peduli
Kategori : Sosial
Dibuat : Hari Jumat, tanggal 8 Januari 2021